Pengelolaan Proyek

Pengelolaan Proyek Tepat Guna Melalui Project Management

Persaingan bisnis di berbagai industri saat ini sudah sangat terbuka, dalam artian segala bentuk informasi terkait dengan sumberdaya (aset) perusahaan sangat mudah untuk didapatkan oleh kompetitor. Maka, kampanye bisnis yang berbunyi efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya (aset) perusahaan menjadi landasan operasional proses bisnis. Agar tercapai kesuksesan pada pengelolaan aset perusahaan dalam rangka mencapai objektifitas perusahaan, maka perlu ada perencanaan yang bekelanjutan dan kemampuan untuk mengelaborasikan strategi dari tiap ā€“ tiap level manajemen.

Proyek management adalah pekerjaan yang dilakukan oleh team grup atau beberapa orang yang terdiri dari para ahli dan praktisi pada bidang terkait untuk mengerjakan sebuah proyek berupa produk atau layanan dengan metodologi dan teknik kerja yang terukur. Dalam sebuah ā€œmisiā€ proyek manajemen, penting untuk memperhatikan penerapan pengetahuan (knowledge management), kemampuan, alat, dan teknik kerja agar tercapai sesuai dengan hasil yang diproyeksikan. Proyek manajemen biasanya berperan diperusahaan pada fase berikut ini :

  1. Ketika mengembangkan product baru
  2. Memperbaiki sistem atau bisnis proses perusahaan
  3. Mengubah arah bisnis atau memasuki scope bisnis yang sama sekali baru

Baca juga :Ā Project Management

Dalam pengelolaan aset untuk mendorong kinerja maksimum maka dibutuhkan analisis yang terpadu dan terukur, peran manajemen proyek sangat dibutuhkan, melalui perencanaan, pendekatan, pendelegasian, dan pengawasan dari semua aspek maka besar kemungkinan objective perusahaan akan tercapai. Sasaran utama dalam manajemen proyek dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. pengembangan dan penyelesaian sebuah proyek dalam budget yang telah ditentukan, jangka waktu yang telah ditetapkan dan kualitas bangunan proyek sesuai dengan spesifikasi teknik yang telah dirumuskan,
  2. bagi kontraktor yang bonafide yaitu untuk mengembangkan reputasi akan kualitas pekerjaannya (workmanship) serta mempertahankannya,
  3. menciptakan organisasi di kantor pusat maupun di lapangan yang menjamin beroperasinya pekerjaan proyek secara kelompok (team work),
  4. menciptakan iklim kerja yang mendukung baik dari segi sarana,kondisi kerja, keselamatan kerja dan komunikasi timbal balik yang terbuka antara atasan dan bawahan,
  5. menjaga keselarasan hubungan antara sesamanya sehingga orang yang bekerja akan didorong untuk memberikan yang terbaik dari kemampuan dan keahlian mereka.

 

[yikes-mailchimp form=”4″]

[yikes-mailchimp form=”2″]

[yikes-mailchimp form=”1″]