Filosofi Produktivitas Kaizen Bagian 1

Kebanyakan metode produktivitas memberikan Anda tools untuk menangani proyek-proyek tertentu atau daftar to-do dalam cara yang lebih terstruktur. Kaizen, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “perubahan yang lebih baik”, adalah sebuah filosofi asal Jepang yang akan membantu Anda mengatur apapun yang Anda lakukan. Atau singkatnya, perbaikan terus-menerus. Dan sebuah pola pikir yang bisa diterapkan di mana saja dan dalam jenis pekerjaan apapun.

Namun, Kaizen bukanlah sebuah sistem yang Anda gunakan untuk mengatur to-do list dari pekerjaan Anda, melainkan sebuah cara berpikir dan mengatur apapun, mulai dari cara Anda melakukan pekerjaan hingga cara Anda bekerja bersama dengan tim.

Apa Itu Kaizen?

Walaupun diterjemahkan sebagai “perubahan yang lebih baik” Kaizen harus diterapkan secara konsisten atau secara kontinu. Awalnya, Kaizen pertama kali diterapkan di beberapa bisnis Jepang, pasalnya tidak lama pasca perang dunia II, orang Jepang menemukan bahwa melakukan hal yang sama seperti yang selalu mereka lakukan adalah ide yang buruk. Padahal ada pilihan yang lebih baik yang bisa membuat mereka lebih kompetitif.

Selain itu, terinspirasi dari pesaing Barat, Kaizen telah menjadi sebuah metode yang identik dengan upaya perusahaan untuk memperbaiki prkatek bisnis dan metode manufaktur yang akan meningkatkan kualitas produk dan melibatkan semua orang di dalam organisasi.

6 langkah yang membangun cara berpikir perbaikan terus-menerus:

  1. Standardized: Sebuah proses penyelarasan untuk kegiatan tertentu yang berulang dan terorganisir.
  2. Measure: Periksa apakah proses ini menggunakan data kuantitatif, seperti waktu untuk menyelesaikan ataupun waktu yang dihabiskan
  3. Compare: Bandingkan pengukuran terhadap kebutuhan Anda. Apakah proses ini menghemat waktu? Apakah justru itu memakan banyak waktu? Dan apakah memang itu dapat mencapai hasil yang diinginkan?
  4. Innovate: Mencari cara-cara baru yang lebih baik untuk melakukan pekerjaan yang sama atau mencapai hasil yang sama. Cara yang lebih efisien untuk tujuan yang sama yang dapat meningkatkan produktivitas
  5. Standardize: Buat berulang, mendefinisikan proses baru dan kegiatan baru yang lebih efisien.
  6. Repeat: Kembali pada langkah pertama dan mulai lakukan lagi

Cara ini mungkin terlihat melelahkan, tapi setelah cara ini telah menjadi bagian dari cara berpikir Anda atau tim dalam melakukan pekerjaan, hal tersebut akan menjadi sebuah budaya di dalam organisasi.

Satu hal yang perlu di catat adalah, metode Kaizen tidak akan merubah sebuah hal menjadi lebih baik jika tidak ada yang melakukannya. Jadi, tools dan konsep terbaik dari produktivitas adalah orang-orang yang menggunakannya.

Kaizen in Action: Toyota Production System

Banyak yang mengaitkan Kaizen dengan Toyota Production System. Di mana Toyota menggunakan Kaizen sebagai salah satu prinsip bisnis yang utama. Toyota sangat dikenal dengan komitmennya akan perbaikan terus-menerus. Salah satu cerita yang paling terkenal, yaitu setiap pekerja di jalur perakitan Toyota bisa menghentikan pekerjaannya setiap saat untuk mengatasi masalah dalam produksi, memperbaiki kesalahan, atau memberikan saran ke manajemen cara yang lebih baik untuk melakukan hal-hal yang bisa mengurangi waste dan meningkatkan efisiensi.

sumber : shiftindonesia.com

, , , , , , , , , , , ,
Previous Post
Assessment Operasional Warehouse
Next Post
Filosofi Produktivitas Kaizen Bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[yikes-mailchimp form=”4″]

[yikes-mailchimp form=”2″]

[yikes-mailchimp form=”1″]