Sulit Bahan Baku, Produksi Farmasi Turun

Rate this post

SURABAYA – Industri farmasi Jawa Timur mencatatkan penurunan produksi hingga 7,25% pada kuartal IV/2015 akibat kekurangan pasokan bahan baku.

Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Jawa Timur, Paulus Totok Lusida menjelaskan, sulitnya mendapat bahan baku obat tersebut disebabkan oleh adanya pengetatan barang impor yang masuk menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Produksi akhir tahun lalu memang turun dibandingkan periode yang sama 2014, ini karena ada pembatasan impor bahan baku, padahal 90% bahan baku farmasi sangat bergantung impor,” katanya Selasa (2/2/2016).

Adapun bahan baku farmasi selama ini diimpor dari negara Tiongkok yang mencapai komposisi 60%, sisanya berasal dari negara lain. “Kami bersurat ke BPOM agar mereformulasi peraturan pengetatan bahan baku impor,” imbuhnya.

Diketahui, sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan aturan tentang pengawasan pemasukan bahan obat dan makanan ke Indonesia, di mana bahan baku obat yang masuk harus memenuhi good manufacturing product (GMP).

“Masalahnya ketika bahan baku sudah diimpor, GMP nya masih diperiksa lagi di sini jadi enggak bisa sembarangan, dan waktu tes bahan bakunya juga lama, akibatnya impor bahan baku turun 10%,” imbuh Totok yang juga pengusaha properti itu.

sumber: industri.bisnis.com

Spread the love
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Need Help?