PQ News – SMK Muhammadiyah Meraih Iso

PQ News

Yogyakarta – Pada hari Sabtu, SMK Muhammadiyah Mlati menerima Sertifikat ISO 9001-2008 dari PT TUV Rheinland sebagai sekolah yang sudah menerapkan sistem ISO. Sertifikat ISO diserahkan PT TUV Rheinland kepada Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSi, yang selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMK Muhammadiyah Mlati Drs. Suharso, MPSA.

Kepala SMK Muhammadiyah Mlati Drs. Suharso, MPSA mengatakan, ISO¬†merupakan hasil kerja keras serta perjuangan yang dilakukan para guru sejak tahun 2012 lalu. “Kepercayaan yang diberikan ini merupakan jawaban dari tantangan dunia pendidikan modern, di mana perhatian publik menjadi kunci utamanya,” terang Suharso. Menurut Suharso, ini menjadi tanggung jawab besar yang harus dilaksanakan untuk terus mengembangkan sumber daya guru maupun siswanya. Maka, yang diterapkan di sekolah ini diharapkan bisa memberi dampak positif besar bagi semua pihak.

“Karena dengan menerapkan itu sekolah dapat memeriksa kesesuaian¬†secara independen, memastikan sistem manajemen mutu yang efektif, serta memperbaiki image organisasi agar lebih dikenal secara nasional maupun internasional,” kata Suharso.

Bupati Sleman Drs. H Sri Purnomo, MSi mengatakan, SMK Muhammadiyah¬†Mlati yang telah berupaya secara maksimal dan total yang didukung oleh wali murid dan anak-anak, harapannya SMK Muhammadiyah Mlati segera punya sertifikat dari ISO 9001 versi 2008. “Dan saat inilah SMK Muhammadiyah Mlati benar-benar meningkat kualitasnya dengan mendapatkan pengakuan sertifikat berupa ISO 9001versi 2008,” terang Sri Purnomo.

Dengan SMK Muhammadiyah Mlati mendapatkan sertifikat ISO berarti 7 SMK¬†yang berada di Sleman, 5 di antaranya adalah SMK Muhammadiyah. Disusul SMK Penerbangan di Komplek Adisucipto Depok dan SMK Nasional Berbah. “Sehingga bagaimana nanti kita berupaya untuk SMK-SMK yang ada di Sleman minimal nanti mendekati 50 persen dan SMK yang ada di Sleman berstandar ISO,” tandas Sri Purnomo.

Mengingat jumlah SMK negeri maupun swasta di Sleman ada 54 SMK,¬†sehingga kalau diprosentase baru 25,9 persen atau hampir mendekati 26 persen. Artinya, sisanya dari 74,1 persen itu masih belum berstandar ISO. “Maka kita dorong terus nanti satu per satu SMK-SMK yang belum berstandar ISO untuk segera berbenah sehingga bisa mengikuti SMK yang sudah menerima ISO,” papar Bupati Sleman yang berharap dengan telah diterimanya sertifikat ini kepada Kepala SMK Muhammadiyah Mlati awal dari keberhasilan.

Dan harus ditunjukkan kepada dunia usaha industri dan wali murid serta kepada publik semuanya bahwa SMK Muhammadiyah Mlati pantas mendapakan sertifikat. Hal itu nanti bisa ditunjukkan dengan proses kegiatan belajar-mengajar yang ada di SMK Muhammadiyah Mlati ini, kemudian dengan cara pelayanan dalam dunia pendidikan sekaligus nanti outputnya juga diharapkan anak-anak yang sudah lulus dari SMK Muhammadiyah Mlati ini tidak hanya sekadar begitu lulus akan mengejar cari pekerjaan.

 

[yikes-mailchimp form=”4″]

[yikes-mailchimp form=”2″]

[yikes-mailchimp form=”1″]