Kepastian Pembangunan Bandara Lebak Kian Tak Menentu

Rate this post

JAKARTA – Kepastian pembangunan Bandara Lebak Banten kian tidak menentu, setelah Kementerian Perhubungan mengklaim belum menerima hasil peninjauan ulang arah landasan pacu dari pengembang PT Maja Raya Indah Semesta.

“Berdasarkan hasil rapat terakhir, pengembang akan meninjau ulang arah runway direction. Namun, kami sebagai regulator belum mendapatkan hasil hitungan tersebut,” ujar Agus Santoso Direktur Kebandarudaraan Kemenhub dalam pesan singkatnya, Selasa (8/9/2015).

Pembangunan Bandara Lebak Banten belum dimulai karena masih menunggu izin penetapan lokasi (IPL) dari Kemenhub. Padahal, pengembang sudah memperoleh izin lokasi dari pemerintah daerah seluas 2.000 hektare untuk pembangunan bandara.

Direktur Utama PT Maja Raya Indah Semesta (MRIS) Ishak menilai Kemenhub sengaja menghambat pembangunan bandara senilai Rp17 triliun tersebut. Dia mengaku pihaknya telah memberikan hasil tinjauan ulang landasan pacu sejak Juli yang lalu.

“Waktu rapat terakhir itu pada Juli yang lalu. Kemenhub minta untuk ubah tata ruang udara. Nah kita sudah berikan itu pada 7 juli kemarin. Ada tanda terimanya itu. Tapi, sampai sekarang belum ada jawaban,” tuturnya.

Ishak menilai keberadaan bandara tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Banten secara signifikan. Pasalnya, lokasi bandara tersebut cukup strategis, dan cukup menarik bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Bahkan, dia mengklaim masyarakat sekitar juga mendukung pembangunan bandara tersebut. Dia mengaku pemerintah daerah setempat siap membantu terkait pembebasan lahan. Bahkan, Bupati Lebak juga sudah mengirimkan surat rekomendasi kepada Kemenhub.

“Sayangnya, rencana pembangunan bandara ini justru diabaikan Kemenhub. Kalau begini caranya, terus terang lebih baik tidak jadi. Saya minta Kemenhub segera putuskan agar pihaknya bisa segera berkonsentrasi ke bandara lainnya,” katanya.

Ishak berharap pemerintah pusat dapat mendukung rencana pembangunan bandara tersebut guna mendukung perekonomian nasional. Apalagi, kondisi perekonomian dan pelemahan rupiah saat ini masih belum membaik.

Sementara itu, Tenaga Ahli Teknis Bandara Lebak dari Lion Group Risman Nuryadin menuturkan Bandara Lebak mampu mengurangi kepadatan penumpang dan pesawat yang selama ini terpusat di Bandara Soekarno-Hatta.

” Ada rencana bangun landasan pacu ketiga, tapi naiknya tidak seberapa. Padahal pertumbuhan naik terus. Lion sendiri pesawatnya tiap bulan selalu ada baru. Ini mau diparkir dimana, sedangkan bandara enggak tumbuh,” ujarnya.

Risman mengungkapkan Bandara Lebak akan dibangun empat landasan pacu dengan panjang yang berbeda-beda. Landasan pacu pertama akan memiliki panjang 2.750 meter. Kemudian, landasan pacu kedua 3.000 meter, ketiga 3.600 meter dan keempat 4.000 meter.

Nantinya, setiap landasan pacu mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. Selain itu, bandara tersebut bakal memiliki satu terminal utama dengan luas 300.000 meter persegi, dan dilengkapi fasilitas kereta bandara.

Sumber: industri.bisnis.com

Spread the love
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Need Help?