SEMARANG – PT Pertamina Patra Niaga mengirimkan perwakilan tim teknik untuk mengikuti pelatihan Industrial Plant Engineering Fundamental di Semarang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu (22/07/2026) hingga Jumat (24/07/2026).
Pelatihan itu diikuti untuk memperkuat pemahaman fundamental di bidang rekayasa pabrik industri. Materi mencakup sistem mekanik, proses fluida, perpindahan panas, hingga integrasi unit operasi.
Sejumlah bidang tersebut menjadi tulang punggung operasional fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar. Keikutsertaan ini menjadi langkah Pertamina Patra Niaga memastikan fondasi kompetensi teknis personelnya.
Tertarik Mengikuti Pelatihan Serupa? Daftar pelatihannya
Pelatihan dipandu Teddy Mulyadi Hidayat, praktisi sekaligus akademisi di bidang rekayasa teknik. Ia memiliki latar belakang keahlian pada sistem industri, otomasi, serta strategi korporasi.
Di bawah bimbingannya, peserta mempelajari prinsip dasar desain, operasional, dan pemeliharaan pabrik industri secara terpadu. Teddy menekankan pentingnya pemahaman fundamental bagi setiap engineer dan teknisi.
Menurutnya, kemampuan menyelesaikan masalah operasional bergantung pada kedalaman pemahaman terhadap prinsip dasar rekayasa. Prinsip tersebut harus aplikatif dan terukur.
Sepanjang tiga hari, peserta mendalami pengenalan industrial plant engineering dalam konteks operasional hilir minyak dan gas. Materi ini mencakup peran plant engineer dalam menjaga keandalan, keamanan, dan efisiensi fasilitas.
Peserta juga mempelajari prinsip termodinamika dan mekanisme perpindahan panas. Mekanisme tersebut meliputi conduction, convection, dan radiation yang mendasari desain unit penukar panas atau heat exchanger.
Modul lain membahas mekanika fluida dan sistem piping. Materinya meliputi prinsip aliran laminar dan turbulen, hukum Bernoulli, serta kerugian tekanan dalam jaringan perpipaan.
Tingkatkan standar kompetensi plant engineer dan teknisi pemeliharaan di perusahaan Anda. Pelatihan fundamental yang solid adalah investasi terbaik untuk operasional industri kelas dunia.
Pelatihan turut memperkenalkan unit operasi dasar di fasilitas industri. Unit tersebut mencakup pompa, kompresor, heat exchanger, dan tangki penyimpanan beserta prinsip kerja dan seleksinya.
Materi sistem mekanik membahas peralatan mekanis berputar atau rotating equipment. Peserta mempelajari pompa sentrifugal, kompresor, dan turbin yang kritis dalam operasional fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak.
Modul material dan integritas struktural memuat sifat mekanik material, korosi, dan proteksi terhadap korosi. Materi ini juga mencakup prinsip inspeksi dan pemeliharaan peralatan.
Peserta mendalami sistem utilitas pabrik yang meliputi pasokan listrik, compressed air, cooling water, dan sistem drainase. Modul penutup membahas process safety dan identifikasi bahaya di fasilitas industri.
Bagi Pertamina Patra Niaga, pemahaman fundamental tersebut menjadi dasar analisis dan penyelesaian masalah operasional secara sistematis. Kemampuan memprediksi potensi kegagalan peralatan serta merencanakan pemeliharaan preventif juga menjadi lebih efektif.
Penguasaan prinsip dasar rekayasa pabrik menjadi bekal dalam merancang atau memodifikasi sistem dan peralatan. Pemahaman ini sekaligus menjadi prasyarat adopsi teknologi seperti digital twin, predictive analytics, dan otomasi pabrik.
“Dari training ini kami memperoleh pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip dasar rekayasa pabrik industri. Hal ini menjadi bekal fundamental bagi tim teknis PT Pertamina Patra Niaga untuk memastikan keandalan, keamanan, dan efisiensi operasional di seluruh fasilitas kami,” kata perwakilan manajemen PT Pertamina Patra Niaga.
Pelatihan Industrial Plant Engineering Fundamental itu berakhir pada 24 Juli 2026. Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya membangun sumber daya manusia teknis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan operasional.
Tertarik Mengikuti Pelatihan Serupa?Â