Home / Training / Business Process Management
Program intensif 2 hari (9 modul praktis) bersama praktisi IPQI dan Proxsis Academy untuk memetakan alur kerja, memodelkan BPMN 2.0, dan mengoptimalkan proses bisnis perusahaan.
Banyak perusahaan terburu-buru membeli perangkat lunak mahal tanpa membenahi alur kerja dasarnya terlebih dahulu. Akibatnya, tumpang tindih wewenang antar-divisi, waktu tunggu persetujuan yang lama, dan pemborosan biaya tetap terjadi setiap hari. Data statistik manajemen proses bisnis Cflow 2026 mengungkap bahwa 96 persen kegagalan implementasi BPM dipicu oleh kurangnya pemahaman dan kesiapan karyawan — sebaliknya, perusahaan yang melatih karyawannya secara menyeluruh berpeluang 2,1 kali lebih besar meningkatkan Return on Investment (ROI). Melalui kolaborasi Indonesia Productivity and Quality Institute (IPQI) dan Proxsis Academy, program intensif dua hari ini mencetak praktisi yang mampu menata ulang proses bisnis dari hulu ke hilir: sembilan modul terstruktur, dari pemetaan proses berstandar BPMN 2.0 hingga evaluasi KPI di unit kerja masing-masing.
9 modul aplikatif, dari pemetaan proses hingga pengukuran KPI
Workshop BPMN 2.0, SIPOC, analisis hambatan, dan studi kasus nyata
Peluang ROI lebih besar bagi perusahaan yang melatih karyawannya pada program BPM
Kegagalan implementasi BPM dipicu kurangnya pemahaman dan kesiapan karyawan
Latar Belakang
Pelatihan business process management sangat penting karena membantu perusahaan menyelaraskan alur kerja harian dengan strategi bisnis, memangkas pemborosan lintas divisi, dan menstandardisasi prosedur operasional. Melalui metode sistematis ini, tim kerja mampu menemukan titik hambatan proses, menekan biaya operasional secara terukur, serta membangun fondasi yang kokoh sebelum menerapkan teknologi otomatisasi.
Laporan pasar BPM global The Business Research Company 2026 mencatat industri manajemen proses bisnis tumbuh mencapai 26,04 miliar dolar AS pada 2026, dengan Asia-Pasifik termasuk Indonesia sebagai kawasan pertumbuhan tercepat. Sayangnya, survei tren BPM 2026 oleh BOC Group dan ZHAW menunjukkan hanya 15 persen organisasi yang telah mencapai kematangan proses tingkat lanjut. Riset fondasi BPM oleh APQC menegaskan bahwa teknologi tidak memperbaiki proses yang rusak, melainkan hanya memperbesar ketidakefisienan jika alur kerja belum distandardisasi.
Ketika kami mendampingi PT Bukit Asam Tbk dalam pelatihan prinsip dan struktur proses bisnis (serta melayani lebih dari 500 perusahaan di IPQI dan 5.000 korporasi di ekosistem Proxsis Academy), kami melihat bahwa pemetaan alur lintas divisi langsung memangkas hambatan serah terima tugas. Temuan ini selaras dengan kajian efisiensi optimalisasi proses Cflow bahwa 21 persen perusahaan menghemat biaya operasional 10 persen atau lebih lewat optimalisasi proses.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan utama mengikuti training BPM adalah mencetak praktisi yang mampu memahami siklus hidup proses bisnis, memetakan alur kerja yang berjalan saat ini (As-Is), dan merancang model proses baru yang lebih efisien (To-Be). Mengacu pada kerangka siklus hidup BPM lima tahap dari IBM — perancangan, pemodelan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimalisasi — program ini memberikan lima kompetensi utama:
Kurikulum
Silabus sembilan modul disusun selaras dengan panduan standar kompetensi internasional BPM CBOK dari ABPMP:
| No | Modul | Pokok Bahasan | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Pengenalan Business Process Management | Konsep dasar, siklus hidup, dan arsitektur proses. | Hari 1 |
| 2 | Metode dan Alat dalam BPM | Pemetaan rantai nilai dan diagram SIPOC. | Hari 1 |
| 3 | Analisis dan Pemodelan Proses Bisnis | Pemodelan As-Is dan To-Be dengan notasi BPMN 2.0. | Hari 1 |
| 4 | Identifikasi dan Pengelolaan Risiko dalam BPM | Deteksi titik rawan kegagalan dan kontrol internal. | Hari 1 |
| 5 | Penerapan Teknologi dalam BPM | Otomatisasi alur kerja, process mining, dan AI. | Hari 2 |
| 6 | Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Proses | Evaluasi waktu, biaya, mutu, dan KPI proses. | Hari 2 |
| 7 | Perbaikan dan Optimalisasi Proses Bisnis | Analisis nilai tambah dan eliminasi pemborosan. | Hari 2 |
| 8 | Implementasi BPM dalam Organisasi | Tata kelola Process Owner dan standardisasi SOP. | Hari 2 |
| 9 | Studi Kasus dan Diskusi Praktis | Bedah kasus industri dan rencana aksi perbaikan. | Hari 2 |
Pada Modul 1 hingga Modul 3, peserta mempraktikkan Business Process Model and Notation (BPMN 2.0) dari Object Management Group yang mencakup simbol kejadian, aktivitas, percabangan, dan swimlane sesuai panduan notasi BPMN 2.0 ProcessMind. Dalam ulasan desain proses BPMN 2.0 Celonis, pemetaan proses membantu A. O. Smith menghemat lebih dari 2.000 jam kerja manual dalam tiga bulan, sementara riset pemodelan proses di Jurnal JATISI membuktikan efektivitas BPMN dalam meminimalkan kesalahan transaksi di perusahaan Indonesia.
Pada Modul 4 hingga Modul 9, peserta memadukan mitigasi risiko melalui panduan 12 langkah membuat FMEA dengan otomasi dan penerapan AI di lantai pabrik Indonesia. Peserta juga mempraktikkan evaluasi kinerja yang dalam studi optimalisasi BPM di jurnal MDPI Information terbukti memangkas waktu analisis data hingga 96 persen, serta menyelaraskannya dengan pelatihan Lean Six Sigma Green Belt Indonesia dan pelatihan sistem manajemen mutu ISO 9001.
Metodologi
Metodologi pembelajaran program ini menggabungkan 40 persen pemahaman konsep terstruktur dan 60 persen lokakarya praktik langsung (experiential learning). Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkan pemetaan alur kerja, menggambar diagram proses bisnis, menganalisis titik hambatan, dan membedah studi kasus nyata dari berbagai sektor industri di Indonesia.
| Metode | Aktivitas | Proporsi |
|---|---|---|
| Pemaparan Konsep | Pemahaman terstruktur siklus hidup BPM, notasi BPMN 2.0, dan alat pemetaan proses. | 25% |
| Diskusi Kasus | Pembedahan studi kasus nyata lintas sektor industri Indonesia dan pertukaran pengalaman antarpeserta. | 15% |
| Workshop Praktik | Pemetaan alur kerja As-Is/To-Be, diagram SIPOC, analisis hambatan, dan perancangan proses baru. | 50% |
| Evaluasi | Pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. | 10% |
Ketika kami melatih tim lintas divisi, kami memastikan peserta non-teknis dapat langsung menyusun peta proses dengan mudah. Temuan studi implementasi BPM BOC Group membuktikan dokumentasi proses yang aplikatif berdampak tinggi pada pelatihan tim baru (74 persen), optimalisasi proses (70 persen), digitalisasi (63 persen), dan kepatuhan audit (57 persen).
Target Peserta
Peserta yang wajib mengikuti program ini adalah para manajer operasional, business process owner, analis bisnis, tim penjaminan mutu (QA/QC), pengelola rantai pasok, serta tim pengembangan organisasi dan IT. Sebagaimana ditekankan dalam panduan APQC, keahlian tata kelola proses sangat dibutuhkan oleh pimpinan yang mengarahkan perubahan operasional:
Perancang arsitektur proses dan SOP lintas departemen.
Penanggung jawab efisiensi waktu siklus dan layanan.
Pengawal mutu, logistik, dan kesiapan sistem informasi.
Program ini dirancang bagi staf hingga pimpinan departemen yang bertanggung jawab menyederhanakan prosedur kerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan, di sektor manufaktur, energi, logistik, FMCG, hingga jasa.
Rundown
Berikut susunan acara standar pelaksanaan pelatihan selama 2 hari kerja, pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.
Hari Pertama
| Waktu (WIB) | Hari Pertama | Keterangan |
|---|---|---|
| 08.00 - 09.00 | Registrasi, Pembukaan, & Pre-Test | Check-in peserta, pengantar program, pengukuran pengetahuan awal |
| 09.00 - 10.15 | Modul 1: Pengenalan Business Process Management | Konsep dasar, siklus hidup, dan arsitektur proses |
| 10.15 - 10.30 | Coffee Break Pagi | Rehat dan networking |
| 10.30 - 12.00 | Modul 2: Metode dan Alat dalam BPM | Pemetaan rantai nilai dan diagram SIPOC |
| 12.00 - 13.00 | ISOMA | Istirahat, sholat, dan makan siang |
| 13.00 - 15.00 | Modul 3: Analisis dan Pemodelan Proses Bisnis | Pemodelan As-Is dan To-Be dengan notasi BPMN 2.0 |
| 15.00 - 15.15 | Coffee Break Sore | Rehat kopi sore |
| 15.15 - 16.30 | Modul 4: Identifikasi dan Pengelolaan Risiko | Deteksi titik rawan kegagalan dan kontrol internal |
Hari Kedua
| Waktu (WIB) | Hari Kedua | Keterangan |
|---|---|---|
| 08.00 - 09.00 | Review Hari 1 & Pengantar Hari 2 | Rangkuman materi dan agenda hari kedua |
| 09.00 - 10.15 | Modul 5: Penerapan Teknologi dalam BPM | Otomatisasi alur kerja, process mining, dan AI |
| 10.15 - 10.30 | Coffee Break Pagi | Rehat dan networking |
| 10.30 - 12.00 | Modul 6: Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Proses | Evaluasi waktu, biaya, mutu, dan KPI proses |
| 12.00 - 13.00 | ISOMA | Istirahat, sholat, dan makan siang |
| 13.00 - 15.00 | Modul 7 & 8: Optimalisasi dan Implementasi | Analisis nilai tambah, eliminasi pemborosan, tata kelola Process Owner, standardisasi SOP |
| 15.00 - 15.15 | Coffee Break Sore | Rehat kopi sore |
| 15.15 - 16.30 | Modul 9: Studi Kasus & Post-Test | Bedah kasus industri, rencana aksi perbaikan, dan evaluasi akhir |
Rundown dapat disesuaikan untuk skema in-house training.
Jadwal
Kelas Public Training tersedia sepanjang 2026 dan 2027. Cek jadwal pelatihan terbaru IPQI untuk konfirmasi kursi.
14–15 Januari
3–4 Februari
3–4 Maret
14–15 April
14–15 Mei
1–2 Juni
14–15 Juli
20–21 Agustus
14–15 September
14–15 Oktober
3–4 November
14–15 Desember
Jadwal in-house training dapat disesuaikan dengan kalender operasional perusahaan Anda.
Lokasi
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:
Gedung Permata Kuningan Lt. 17
Hotel Aston Tropicana
Hotel Khas Tugu
AMG Tower Lt. 17
Investasi
Biaya investasi Public Training tatap muka (Offline) adalah Rp6.000.000 per peserta (diskon dari Rp7.500.000), sedangkan kelas daring (Online) Rp4.750.000 per peserta (diskon dari Rp6.000.000). Skema In-House Training menyesuaikan kebutuhan perusahaan.
Offline Public Training
Modul cetak/digital, sertifikat resmi IPQI & Proxsis Academy, training kit, makan siang, 2x coffee break, dan template kerja.
Online Virtual Training
Modul digital, e-certificate, dan template simulasi.
In-House Training
Kurikulum dan studi kasus disesuaikan dengan alur proses aktual di industri Anda.
Fasilitas yang diperoleh peserta:
Kontak Pendaftaran Daftar via WhatsApp Resmi IPQI (+62 811-1797-485), telepon +62 858-9002-6598, atau email [email protected] dan [email protected]. Tim regional kami:
| Nama | Wilayah | Kontak (WhatsApp) |
|---|---|---|
| Yoland | Jakarta | +62 811-1797-485 |
| Louqman | Bandung dan Yogyakarta | +62 813-1845-942 |
| Dwi Aliyah | Surabaya | 0822 4414 7658 |
| Proxsis Academy | Pusat | [email protected] |
Ingin melihat program lain? Buka jadwal pelatihan IPQI.
Jangan biarkan birokrasi internal dan alur kerja lambat menggerus profit. Amankan kursi lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training perusahaan Anda.
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
Latest Event
Dokumentasi in-house training dan program terbaru IPQI bersama klien:
Dokumentasi pelaksanaan pelatihan bersama klien korporasi kami:
FAQ
Program dua hari dari IPQI dan Proxsis Academy ini berfokus pada penguasaan sembilan modul praktis serta menerbitkan Sertifikat Kompetensi dan Kehadiran resmi. Mengacu pada panduan perbedaan kursus proses dan sertifikasi BPM APQC, kursus peningkatan proses membangun fondasi metodologi aplikatif, sedangkan sertifikasi internasional seperti Certified Business Process Professional (CBPP) dari ABPMP mensyaratkan pengalaman kerja minimal empat tahun dan ujian 140 soal.
Tentu saja bisa, karena manajemen proses bisnis dirancang untuk menyatukan bahasa kerja antara tim operasional, bisnis, dan IT. Berdasarkan data statistik implementasi BPM Cflow 2026, keterlibatan staf lintas fungsi sangat menentukan keberhasilan program karena 96 persen kegagalan BPM dipicu oleh kurangnya pemahaman pengguna di lapangan.
Peserta mempelajari diagram SIPOC, analisis nilai tambah proses, serta pemodelan alur kerja As-Is dan To-Be menggunakan standar global BPMN 2.0. Merujuk pada panduan standar notasi BPMN 2.0 ProcessMind, standar dari Object Management Group ini menggunakan simbol visual seragam sehingga peta proses mudah dipahami oleh seluruh departemen.
Biaya investasi Public Training tatap muka (Offline) adalah Rp6.000.000 per peserta (diskon dari Rp7.500.000), sedangkan kelas daring (Online) adalah Rp4.750.000 per peserta (diskon dari Rp6.000.000). Peserta mendapatkan modul lengkap, sertifikat resmi IPQI dan Proxsis Academy, template kerja pemetaan proses, serta konsumsi penuh untuk kelas tatap muka.
Sangat bisa, karena layanan In-House Training kami menyesuaikan kurikulum dan studi kasus langsung dengan alur proses aktual di industri Anda. Sebagaimana dibuktikan dalam studi kasus optimalisasi proses bisnis di jurnal MDPI Information, perbaikan langsung pada proses internal mampu memangkas waktu kerja analisis secara signifikan; hubungi kami melalui layanan WhatsApp resmi IPQI di +62 811-1797-485.
Pelatihan Terkait
Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:
Fokus analisis dan perbaikan proses terstruktur. Lihat detail →
Lanjutan perbaikan proses berkelanjutan — program ini melengkapinya. Lihat detail →
Metode statistik lanjutan untuk memangkas pemborosan. Lihat detail →
Standardisasi prosedur dan dokumentasi mutu. Lihat detail →
Artikel Terkait
Temukan insight terbaru kami: