Home / Training / Root Cause Analysis

Pelatihan Root Cause Analysis (RCA): 5 Why Dua Jalur, Fishbone & CAPA

Program intensif 2 hari bagi tim mutu, produksi, maintenance, dan HSE untuk menemukan akar masalah berbasis bukti, lalu menutupnya dengan tindakan korektif yang mencegah masalah terulang.

Apakah tim Anda menangani keluhan pelanggan yang sama untuk ketiga kalinya tahun ini? Jika ya, kemungkinan besar yang diperbaiki selama ini hanya gejalanya. Pelatihan root cause analysis hadir untuk menghentikan siklus tersebut dengan cara kerja yang sistematis dan berbasis data. Biaya dari masalah yang berulang tidak kecil: para ahli mutu memperkirakan biaya mutu buruk (cost of poor quality) umumnya setara 5% hingga 30% dari penjualan kotor perusahaan manufaktur dan jasa. Program ini diselenggarakan oleh Indonesia Productivity and Quality Institute (IPQI) berkolaborasi dengan Proxsis Academy. Selama 2 hari, peserta melatih cara berpikir investigator: mengumpulkan bukti, menguji dugaan, lalu memilih tindakan yang benar-benar mengubah proses. Hasil akhirnya berupa laporan RCA dan rencana CAPA untuk satu kasus nyata.

Fakta Program

2 Hari

16 JP, dari pengumpulan bukti hingga rencana CAPA berbasis data

60% Praktik

Workshop penuh: kronologi, is/is-not, 5 Why dua jalur, fishbone, fault tree

5-30%

Perkiraan biaya mutu buruk (cost of poor quality) dari penjualan kotor perusahaan

CAPA Terverifikasi

Tindakan korektif & pencegahan yang efektivitasnya diukur, bukan sekadar teguran

Latar Belakang

Mengapa Masalah yang Sama Terus Terulang di Perusahaan Anda?

Masalah berulang karena analisis berhenti terlalu cepat. Tim sering menetapkan "kesalahan operator" sebagai akar masalah, mengisi diagram fishbone dengan dugaan tanpa data, dan memilih tindakan berupa teguran atau pelatihan ulang. Proses kerjanya tidak berubah, sehingga kondisi yang memicu masalah tetap ada dan masalah muncul kembali.

Standar sistem manajemen sudah mengantisipasi hal ini. Klausul 10.2 ISO 9001:2015 mewajibkan organisasi untuk menentukan penyebab ketidaksesuaian, menerapkan tindakan, lalu meninjau efektivitasnya. Panduan yang sama menyebut kesalahan umum yang paling sering terjadi: berhenti pada penyebab langsung dan tidak memverifikasi hasil tindakan korektif.

Perlu dibedakan antara koreksi dan tindakan korektif. Koreksi memperbaiki produk yang cacat hari ini. Tindakan korektif menghilangkan penyebabnya. Jika ketidaksesuaian yang sama muncul lagi, artinya tindakan korektif belum efektif dan investigasi harus dibuka ulang.

Masalahnya, banyak perusahaan belum mengukur kerugian ini. Perkiraan klasik biaya mutu buruk 5-30% dari penjualan bahkan pernah dirilis ulang oleh USDA Agricultural Marketing Service. Riset biaya kegagalan di era digital menemukan bahwa biaya kegagalan internal dan eksternal masih sering berada di kisaran dua digit, sementara anggaran pencegahan relatif kecil. RCA yang baik menggeser anggaran dari "membayar kegagalan" menjadi "mencegah kegagalan".], “biaya kegagalan di era digital”)} menemukan bahwa biaya kegagalan internal dan eksternal masih sering berada di kisaran dua digit, sementara anggaran pencegahan relatif kecil. RCA yang baik menggeser anggaran dari "membayar kegagalan" menjadi "mencegah kegagalan".

Tujuan Pembelajaran

Apa Saja Kompetensi yang Dicapai Setelah Pelatihan Root Cause Analysis Ini?

Peserta mampu membedakan gejala, penyebab langsung, penyebab kontributor, dan akar masalah. Peserta juga mampu memilih teknik analisis yang sesuai, memverifikasi akar masalah dengan data, menelusuri faktor sistem di balik kesalahan manusia, serta menetapkan tindakan korektif dan pencegahan (CAPA) yang efektivitasnya terukur.

Kurikulum

Kurikulum dan Silabus

Kurikulum terdiri dari 8 sesi progresif dengan total 720 menit atau 16 JP, di luar waktu istirahat dan evaluasi. Alurnya bergerak dari konsep RCA, pengumpulan bukti, teknik analisis, verifikasi, hingga CAPA dan presentasi laporan.

NoModulPokok BahasanDurasi
1Konsep dan Proses Root Cause AnalysisGejala, penyebab langsung, penyebab kontributor, dan akar masalah; tingkatan penyebab fisik, manusia, dan sistem; tahapan RCA; pembentukan tim; persyaratan tindakan korektif dalam sistem manajemen.60 menit
2Definisi Masalah dan Pengumpulan BuktiPernyataan masalah yang terukur; jenis bukti (data proses, rekaman, sampel fisik, dokumen); observasi lapangan; wawancara tanpa mencari kesalahan; pengamanan bukti.105 menit
3Kronologi, Is/Is-Not, dan Change AnalysisGaris waktu kejadian; is/is-not untuk membatasi ruang lingkup penyebab; identifikasi perubahan yang mendahului masalah; pengujian hipotesis terhadap fakta.120 menit
45 Why dan Diagram Sebab-AkibatPenerapan 5 Why yang benar; 5 Why dua jalur (mengapa terjadi dan mengapa tidak terdeteksi); fishbone berbasis 6M yang dihubungkan dengan bukti.105 menit
5Fault Tree AnalysisKejadian puncak, gerbang logika AND dan OR; analisis masalah dengan kombinasi penyebab; pemilihan teknik sesuai karakter masalah.60 menit
6Verifikasi Akar Masalah dan Faktor ManusiaVerifikasi melalui data historis, reproduksi masalah, dan uji hidup-mati penyebab; slip, lapse, mistake, dan pelanggaran; faktor sistem di balik kesalahan individu.105 menit
7Tindakan Korektif, Pencegahan, dan Verifikasi EfektivitasHierarki pengendalian dari eliminasi, rekayasa, poka-yoke, hingga administratif; CAPA; penerapan ke proses sejenis; verifikasi dengan data; workshop RCA lengkap.90 menit
8Presentasi Laporan RCAPresentasi laporan RCA dan rencana CAPA per kelompok; umpan balik instruktur tentang kekuatan bukti dan kedalaman analisis.75 menit

Kurikulum disusun progresif mengikuti alur RCA, dengan total 720 menit atau 16 JP. Setiap sesi memakai studi kasus nyata dari bidang mutu produk, kegagalan peralatan, dan penyimpangan proses.

Bagaimana Cara Kerja 5 Why Dua Jalur dan Fishbone dalam Investigasi?

5 Why dua jalur menelusuri dua pertanyaan secara terpisah: mengapa masalah terjadi, dan mengapa masalah lolos tanpa terdeteksi. Fishbone 6M membantu tim memetakan semua kemungkinan penyebab dari sisi manusia, mesin, metode, material, pengukuran, dan lingkungan. Setiap cabang kemudian diuji dengan bukti, bukan dengan opini.

Teknik 5 Why berasal dari Sakichi Toyoda, yang meyakini bahwa mengulang pertanyaan "mengapa" sebanyak lima kali akan memperjelas sifat masalah dan solusinya. Angka lima bukan aturan mati. Yang terpenting, setiap jawaban harus didasarkan pada data faktual, bukan opini kelompok yang masih diperdebatkan — lihat panduan Five Whys and Five Hows dari ASQ.

Pendekatan multi-jalur juga dipakai di industri global. Salah satu panduan analisis membagi 5 Why ke dalam jalur penyebab cacat terjadi, jalur penyebab cacat tidak terdeteksi, dan jalur penyebab sistem membiarkannya. Di kelas, peserta mempraktikkan jalur "terjadi" dan "tidak terdeteksi" pada kasus kegagalan peralatan.

Sementara itu, fishbone menurut ASQ berguna untuk mengelompokkan banyak kemungkinan penyebab ke dalam kategori yang jelas, sehingga sesi brainstorming tim lebih terarah. Bagi Anda yang ingin memperdalam alat dasar mutu lainnya, kami juga menyediakan pelatihan QCC dan 7 QC tools.

Kapan Is/Is-Not dan Fault Tree Analysis Lebih Tepat Digunakan?

Is/is-not tepat dipakai ketika masalah hanya muncul di lini, shift, atau produk tertentu, sehingga perbedaannya bisa menunjuk ke penyebab. Fault tree analysis tepat untuk masalah yang terjadi karena kombinasi beberapa kegagalan sekaligus. Kedua teknik ini melengkapi 5 Why dan fishbone pada kasus yang lebih kompleks.

Matriks is/is-not dari metode Kepner-Tregoe membandingkan apa yang menjadi masalah dengan apa yang bukan masalah dari sisi apa, di mana, kapan, dan seberapa besar. Penyebab yang paling mungkin adalah penyebab yang mampu menjelaskan seluruh aspek masalah.

Fault tree analysis bekerja dari atas ke bawah. Menurut pengantar Fault Tree Analysis, diagram ini menggambarkan hubungan logis antar kejadian dasar yang berujung pada satu kejadian puncak. Gerbang AND berarti semua penyebab harus terjadi bersamaan, sedangkan gerbang OR berarti satu penyebab sudah cukup. Teknik ini sejalan dengan analisis risiko pada pelatihan FMEA dan control plan.

Mengapa "Human Error" Bukan Akar Masalah?

Kesalahan manusia hampir selalu merupakan akibat dari kondisi sistem, bukan penyebab akhir. Prosedur yang membingungkan, desain alat yang rawan salah, beban kerja berlebih, dan pelatihan yang kurang membuka peluang terjadinya kesalahan. RCA yang tepat menelusuri kondisi tersebut sampai ke faktor yang bisa diubah oleh organisasi.

Health and Safety Executive (HSE) Inggris membagi kegagalan manusia menjadi kesalahan tidak disengaja (slip, lapse, dan mistake) serta pelanggaran yang disengaja. Slip dan lapse terjadi pada tugas rutin yang sudah dikuasai, sehingga menambah pelatihan saja tidak akan menghilangkannya. Pada Sesi 6, peserta berlatih memetakan jenis kesalahan ini ke faktor kondisi kerja, prosedur, dan desain.

Wawasan ini juga kami bahas dalam artikel cara memperbaiki kesalahan akibat human error sebagai bacaan pendamping.

Metodologi

Metodologi Pembelajaran Experiential Learning

Pelatihan menggunakan pendekatan experiential learning dengan porsi sekitar 40% konsep dan 60% workshop. Instruktur adalah praktisi quality engineering dan investigasi masalah. Latihan menggunakan data dan bukti simulasi dari kasus penyimpangan mutu, kegagalan peralatan, dan kesalahan proses.

MetodeAktivitasProporsi
Pemaparan Konsep & Teknik AnalisisProses RCA dan teknik analisis secara terstruktur, disertai contoh laporan RCA dari berbagai industri.25%
Studi Kasus & DiskusiPembahasan kasus masalah berulang akibat analisis yang dangkal dan pertukaran pengalaman antarpeserta.15%
Hands-on WorkshopPengumpulan bukti, kronologi, is/is-not, 5 Why, fishbone, fault tree, verifikasi akar masalah, laporan RCA, dan rencana CAPA.50%
Evaluasi & RefleksiPre-test, post-test, dan refleksi harian untuk mengukur peningkatan pemahaman.10%

Saat menetapkan tindakan, peserta memakai hierarki pengendalian menurut NIOSH: eliminasi, substitusi, dan pengendalian rekayasa lebih efektif karena tidak bergantung pada interaksi manusia. Itulah alasan poka-yoke lebih kuat daripada sekadar menambah instruksi kerja.

Target Peserta

Siapa Saja Peserta yang Wajib Mengikuti Program Ini?

Program ini ditujukan bagi karyawan dari berbagai level di semua sektor industri, khususnya personel yang menangani ketidaksesuaian, kegagalan peralatan, keluhan pelanggan, dan tindakan korektif. Kapasitas kelas dibatasi 20 hingga 30 peserta per batch agar setiap kelompok mendapat pendampingan instruktur.

QA & QC

Staf dan supervisor Quality Assurance serta Quality Control.

Proses & Produksi

Process engineer dan staf produksi.

Maintenance

Tim yang menangani kegagalan peralatan berulang.

HSE

Personel yang menginvestigasi insiden dan near-miss.

Auditor Internal

Yang memverifikasi tindakan korektif hasil audit — melengkapi pelatihan internal auditor ISO 9001.

Pemilik Proses

Kepala unit yang bertanggung jawab atas target performa.

Program ini relevan bagi industri manufaktur, otomotif, makanan dan minuman, farmasi, energi, pertambangan, logistik, hingga jasa. Peserta disarankan membawa contoh laporan ketidaksesuaian atau insiden dari unit kerja masing-masing sebagai bahan latihan.

Rundown

Rundown Pelaksanaan Pelatihan Tatap Muka 2 Hari

Berikut susunan acara standar pelaksanaan pelatihan selama 2 hari kerja, pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.

Hari Pertama

Waktu (WIB)Hari PertamaKeterangan
08.00 - 08.30Registrasi & PembukaanCheck-in peserta, sambutan pembuka, pengantar program
08.30 - 09.00Pre-TestPengukuran pengetahuan awal peserta
09.00 - 10.00Sesi 1Konsep dan Proses Root Cause Analysis
10.00 - 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 - 12.00Sesi 2Definisi Masalah dan Pengumpulan Bukti
12.00 - 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 - 15.00Sesi 3Kronologi, Is/Is-Not, dan Change Analysis
15.00 - 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 - 16.15Sesi 4 (Bagian 1)5 Why dan Diagram Sebab-Akibat
16.15 - 16.30Refleksi Hari 1Rangkuman materi, tanya-jawab, penugasan mandiri

Hari Kedua

Waktu (WIB)Hari KeduaKeterangan
08.00 - 08.15Pembukaan Hari 2Review materi Hari 1 dan agenda Hari 2
08.15 - 10.00Sesi 4 (Bagian 2) & Sesi 5Latihan 5 Why Dua Jalur; Fault Tree Analysis
10.00 - 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 - 12.00Sesi 6Verifikasi Akar Masalah dan Faktor Manusia
12.00 - 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 - 14.30Sesi 7Tindakan Korektif, Pencegahan, dan Workshop RCA
14.30 - 15.00Sesi 8 (Bagian 1)Penyusunan Laporan RCA
15.00 - 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 - 16.00Sesi 8 (Bagian 2)Presentasi Laporan RCA
16.00 - 16.15Post-TestEvaluasi pemahaman akhir peserta
16.15 - 16.30Penutupan & SertifikasiPenyerahan sertifikat dan foto bersama

Rundown dapat disesuaikan untuk skema in-house training.

Jadwal

Jadwal Pelatihan 2026/2027

Kami menyelenggarakan kelas reguler (Public Training) dua hari setiap bulan sepanjang 2026 dan 2027. Cek jadwal pelatihan terbaru IPQI untuk konfirmasi kursi.

November 2026

3-4 November 2026

Desember 2026

8-9 Desember 2026

Januari 2027

5-6 Januari 2027

Februari 2027

2-3 Februari 2027

Maret 2027

2-3 Maret 2027

April 2027

6-7 April 2027

Mei 2027

4-5 Mei 2027

Juni 2027

8-9 Juni 2027

Juli 2027

6-7 Juli 2027

Agustus 2027

3-4 Agustus 2027

September 2027

7-8 September 2027

Oktober 2027

5-6 Oktober 2027

November 2027

2-3 November 2027

Desember 2027

7-8 Desember 2027

Jadwal in-house training dapat disesuaikan dengan kalender operasional perusahaan Anda.

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

Investasi

Berapa Investasi Pelatihan Root Cause Analysis dan Apa Saja Fasilitasnya?

Investasi program adalah Rp 5.500.000 per peserta untuk Public Training tatap muka dan Rp 4.500.000 per peserta untuk Online Training. Skema In-House Training tersedia dengan biaya yang disesuaikan kebutuhan perusahaan. Seluruh skema mencakup modul, template laporan RCA, worksheet teknik analisis, rencana CAPA, dan sertifikat dari Proxsis Academy.

Public Training (Offline)

Rp 5.500.000 / peserta

Modul, sertifikat, ATK, makan siang, 2x coffee break per hari, template laporan RCA, worksheet teknik analisis, rencana CAPA, dokumentasi.

In-House Training

Hubungi Tim Proxsis Academy

Seluruh fasilitas public training, studi kasus disesuaikan dengan proses perusahaan, serta koordinasi logistik penuh.

Online / Virtual Training

Rp 4.500.000 / peserta

Modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, template dan worksheet dalam bentuk soft copy.

Output yang diperoleh peserta:

Hubungi Tim Kami Sekarang Untuk informasi batch terdekat atau proposal in-house training, silakan daftar melalui WhatsApp Pelatihan RCA atau hubungi tim regional kami:

NamaWilayahKontak (WhatsApp)
YolandJakarta0811 1914 5741
LouqmanBandung dan Yogyakarta+62 813-1845-942
Dwi AliyahSurabaya0822 4414 7658
Proxsis AcademyPusat+62 811-1797-485 | [email protected]

Ingin melihat program lain? Buka jadwal pelatihan IPQI.

Amankan Kursi Pelatihan RCA Tim Anda

Jangan biarkan masalah yang sama datang kembali. Amankan kursi lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training perusahaan Anda.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Louqman

Bandung dan Yogyakarta

Dwi Aliyah

Surabaya

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Pelatihan Root Cause Analysis

01 Apa perbedaan koreksi dan tindakan korektif dalam root cause analysis?

Koreksi adalah perbaikan langsung atas produk atau kondisi yang tidak sesuai, misalnya melakukan rework. Tindakan korektif menghilangkan akar masalah agar ketidaksesuaian tidak terulang. Jika masalah muncul kembali, tindakan korektif dianggap belum efektif dan investigasi perlu dibuka ulang.

5 Why dua jalur memisahkan dua rantai pertanyaan: mengapa masalah terjadi dan mengapa masalah tidak terdeteksi. Pendekatan ini sejalan dengan analisis 5 Why multi-jalur di industri. Hasilnya, tim memperbaiki penyebab sekaligus memperkuat sistem deteksi.

Ya. Proses RCA berlaku untuk keluhan pelanggan, insiden keselamatan, kesalahan proses administrasi, hingga kegagalan layanan. Klausul 10.2 ISO 9001 yang mewajibkan penentuan penyebab ketidaksesuaian juga berlaku untuk organisasi jasa. Untuk in-house training, studi kasus disesuaikan dengan proses perusahaan Anda.

Pelatihan ulang termasuk pengendalian administratif yang bergantung pada perilaku manusia. NIOSH menempatkan eliminasi dan pengendalian rekayasa sebagai pilihan yang lebih efektif. HSE juga menyebut bahwa slip dan lapse tidak bisa dihilangkan hanya dengan menambah pelatihan.

Investasinya Rp 5.500.000 per peserta untuk kelas tatap muka dan Rp 4.500.000 per peserta untuk kelas online. Harga in-house training disesuaikan dengan jumlah peserta dan lokasi. Informasi lengkap tersedia melalui WhatsApp tim Proxsis Academy di +62 811-1797-485.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:

Pelatihan FMEA dan Control Plan

Analisis potensi kegagalan sebelum menjadi masalah. Lihat detail →

Pelatihan 7 QC Management Tools

Fondasi alat mutu dasar untuk analisis data. Lihat detail →

Pelatihan Internal Auditor ISO 9001:2015

Memverifikasi tindakan korektif hasil audit. Lihat detail →

Pelatihan Lean Six Sigma Green Belt

Proyek perbaikan berbasis statistik lanjutan. Lihat detail →

Training Statistical Process Control (SPC)

Kontrol proses berbasis grafik kendali. Lihat detail →

Artikel Terkait

Artikel Terkait untuk Mendalami Materi

Temukan insight terbaru kami:

4 Cara Memperbaiki Kesalahan Akibat Human Error

Penerapan FMEA untuk Menemukan Potensi Risiko

Risk Based Thinking

Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.