Home / Training / Demand Forecasting Excel

Pelatihan Demand Forecasting Excel Indonesia

Training Demand Forecasting Excel 2 hari: bersihkan data, ukur akurasi, dan bangun model forecast 12 bulan.

Mencari pelatihan demand forecasting Excel yang benar-benar melatih praktik, bukan sekadar teori? Program dua hari dari IPQI dan Proxsis Academy ini dirancang untuk itu. Pola permintaan di Indonesia bisa berayun tajam: menurut Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, penjualan eceran Februari 2026 naik 4,1 persen dibanding bulan sebelumnya karena permintaan menjelang Ramadan, lalu BI memperkirakan penjualan April 2026 turun sekitar 10 persen secara bulanan setelah Lebaran. Forecast yang hanya memakai rata-rata sederhana akan kalah oleh ayunan seperti ini — hasilnya stok menumpuk, atau barang kosong saat pelanggan mencarinya.

Fakta Program

2 Hari

16 JP @ 45 menit, experiential learning untuk praktisi demand planning

8 Sesi

Dari persiapan data sampai model forecast bergulir 12 bulan

60% Praktik

Peserta mengolah dataset SKU simulasi di Excel, bukan sekadar ceramah

3 Output

Template forecast bergulir, dashboard akurasi, dan action plan penerapan

Latar Belakang

Mengapa Forecast Permintaan Sering Meleset di Perusahaan Indonesia?

Forecast sering meleset karena data historis tidak dibersihkan dari efek stok kosong dan promosi, efek kalender seperti Ramadan dan Lebaran diabaikan, dan akurasi tidak pernah diukur. Akibatnya, angka forecast bergantung pada tebakan. Forecast terlalu tinggi menumpuk stok, sedangkan forecast terlalu rendah membuat penjualan hilang.

Efek kalender di Indonesia itu nyata. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen (yoy) pada kuartal I 2026, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri — lihat update pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 dan analisis tekanan inflasi 2026. Tim yang tidak memasukkan pola ini ke dalam model akan selalu terlambat bereaksi.

Promosi punya masalah serupa. Kenaikan permintaan akibat promosi perlu dipisahkan dari permintaan dasar, yang dalam praktik forecasting disebut baseline dan uplift — konsepnya dibahas di trade promotion forecasting. Kalau keduanya tercampur, angka historis akan menyesatkan.

Excel sebenarnya sudah dipakai di banyak organisasi. Namun penggunaannya sering berhenti pada rata-rata sederhana atau penyesuaian manual tanpa dasar data, dan asumsinya tidak terdokumentasi. Dampaknya terasa langsung pada manajemen persediaan dan manajemen gudang: modal kerja terikat di stok, dan ruang gudang penuh oleh barang yang lambat terjual.

Tujuan Pembelajaran

Apa yang Akan Dikuasai Peserta Pelatihan Demand Forecasting Excel?

Peserta mampu menyiapkan data permintaan, memilih metode forecast yang sesuai (moving average, exponential smoothing, FORECAST.ETS, atau regresi), mengukur akurasi dan bias, lalu membangun model forecast bergulir 12 bulan di Excel. Semua hasilnya siap dipakai di unit kerja masing-masing. Setelah pelatihan, peserta diharapkan mampu:

Peran Demand Planning

Memahami posisi demand planning dalam rantai pasok serta beda data permintaan, penjualan, dan pengiriman.

Pembersihan Data

Membersihkan data historis dari efek stok kosong, promosi, dan data pencilan.

Pengenalan Pola

Mengenali pola level, tren, dan musiman lewat PivotTable dan grafik time series.

Metode Forecast

Menerapkan moving average, exponential smoothing, FORECAST.ETS, dan regresi sesuai karakter data.

Akurasi & Bias

Mengukur akurasi dan bias dengan MAD, MAPE, WMAPE, dan tracking signal.

Forecast Konsensus

Menyusun forecast konsensus dengan penyesuaian yang terdokumentasi dan terukur manfaatnya.

Model Bergulir & Dashboard

Membangun template model forecast bergulir 12 bulan dan dashboard akurasi.

Beberapa istilah perlu penjelasan singkat. MAPE adalah rata-rata persentase error forecast — menurut panduan pengukuran akurasi forecast ini, MAPE tidak bisa dihitung pada periode dengan permintaan nol, sedangkan WMAPE mengatasinya dengan menjumlahkan error lebih dulu sebelum dibagi.

MAPE juga bisa condong oleh item bervolume rendah. Karena itu, WMAPE memberi bobot lebih pada item yang paling penting — KPI demand planning dan metrik akurasi forecast membahas penerapannya. Adapun bias menunjukkan apakah forecast Anda konsisten terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan tracking signal memantau bias itu dari waktu ke waktu.

Kurikulum

Kurikulum dan Silabus Pelatihan Demand Forecasting Excel

Program ini terdiri dari 8 sesi yang disusun bertahap selama 2 hari. Alurnya dimulai dari proses demand planning dan persiapan data, lalu berakhir dengan praktik membangun model forecast bergulir. Total durasi belajar 720 menit atau 16 JP (tidak termasuk istirahat dan evaluasi).

NoSesiPokok BahasanDurasi
1Demand Planning dalam Rantai PasokPeran forecast dalam keputusan beli, produksi, distribusi, dan keuangan; beda data permintaan, penjualan, dan pengiriman; posisi demand review dalam S&OP60 menit
2Persiapan dan Eksplorasi Data PermintaanPembersihan data (stok kosong, promosi, pencilan); agregasi dengan PivotTable; pola tren dan musiman; efek Ramadan, Lebaran, dan akhir tahun105 menit
3Metode Forecasting Time Series di ExcelNaive, moving average, weighted moving average, simple exponential smoothing, FORECAST.ETS dan FORECAST.ETS.CONFINT120 menit
4Forecasting Kausal dengan RegresiLINEST dan Data Analysis ToolPak; variabel dummy untuk promosi dan Lebaran; koefisien, R², dan residual105 menit
5Pengukuran Akurasi dan Bias ForecastMAD, MAPE, WMAPE; tracking signal; uji holdout; forecast value added60 menit
6Demand Planning dan Forecast KonsensusSegmentasi SKU; produk baru dan akhir siklus; penyesuaian dari sales dan marketing; dokumentasi asumsi; rapat demand review105 menit
7Workshop Model Forecast BergulirLatihan kelompok: bersihkan data, pilih metode per segmen SKU, uji akurasi, bangun template 12 bulan dan dashboard90 menit
8Presentasi Model & Action PlanPresentasi kelompok, umpan balik instruktur, rencana penerapan di unit kerja75 menit

Tiga sesi patut diperhatikan. Sesi 3 melatih fungsi forecasting di Excel: FORECAST.ETS memakai exponential triple smoothing untuk data berpola musiman, dan Anda bisa menyetel musiman ke otomatis atau ke panjang musim tertentu — detailnya di referensi fungsi FORECAST.ETS.

Sesi 4 mengajarkan variabel dummy untuk periode Lebaran dan promosi. Sesi 5 memperkenalkan forecast value added, yaitu cara menilai apakah penyesuaian manual benar-benar memperbaiki akurasi.

Metodologi

Bagaimana Metodologi Belajar Selama 2 Hari?

Pelatihan memakai experiential learning, sekitar 40 persen konsep dan 60 persen workshop Excel. Instruktur praktisi supply chain planning memandu demonstrasi, diskusi kasus, dan latihan langsung dengan dataset SKU simulasi. Pre-test dan post-test mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Pemaparan Konsep & Demonstrasi Excel

Proses demand planning dan metode forecasting, disertai demo pembuatan model. Proporsi 25%.

Studi Kasus & Diskusi

Kasus produk musiman dan promosi, diskusi kelompok lintas fungsi. Proporsi 15%.

Hands-on Workshop Excel

Pembersihan data, penerapan metode, pengukuran akurasi, template, dan dashboard. Proporsi 50%.

Evaluasi & Refleksi

Pre-test, post-test, dan refleksi harian. Proporsi 10%.

Seluruh latihan memakai dataset SKU simulasi yang sama dengan program Inventory Optimization and Safety Stock Management. Ukuran error forecast yang Anda hasilkan bisa langsung menjadi input perhitungan safety stock.

Porsi praktik yang besar punya alasan. Riset McKinsey menemukan bahwa menguji beberapa model dengan tingkat kompleksitas berbeda pada setiap set data meningkatkan akurasi volume hampir 10 persen. Itulah yang Anda lakukan di sesi uji holdout.

Target Peserta

Siapa yang Wajib Mengikuti Program Ini?

Program ini wajib untuk karyawan dari berbagai level di manufaktur, distribusi, FMCG, dan ritel, khususnya unit Demand Planning, PPIC, Supply Chain, Purchasing, Sales Operations, dan Finance yang menyusun anggaran penjualan. Peserta sebaiknya sudah terbiasa dengan SUM, AVERAGE, dan PivotTable.

Unit Demand Planning

Penyusun forecast resmi yang jadi acuan rencana beli dan produksi.

Tim PPIC

Forecast menentukan jadwal produksi dan pembelian bahan baku.

Supply Chain & Purchasing

Menyamakan ritme pasokan dengan permintaan yang sebenarnya.

Sales Operations

Menjembatani target penjualan dengan data permintaan historis.

Finance

Menyusun anggaran penjualan berbasis forecast yang terukur akurasinya.

Manufaktur, Distribusi, FMCG & Ritel

Karyawan berbagai level dari sektor dengan perputaran stok tinggi.

Tim PPIC akan paling terbantu, karena forecast menentukan jadwal produksi dan pembelian bahan baku. Jika Anda ingin mendalami sisi perencanaan produksinya, lihat juga pelatihan PPIC dari IPQI. Untuk gambaran rantai pasok yang lebih luas, tersedia pelatihan Supply Chain Management.

Ada syarat teknis yang perlu disiapkan. Peserta wajib membawa laptop dengan Microsoft Excel 2016 atau lebih baru, dengan add-in Data Analysis ToolPak aktif. Menurut dokumentasi Microsoft, fungsi FORECAST.ETS.SEASONALITY tersedia di Excel 2016 ke atas, tetapi tidak di Excel untuk web, iOS, atau Android. Kapasitas kelas maksimal 20 sampai 30 peserta per batch, bahasa pengantar Bahasa Indonesia.

Rundown

Rundown Pelaksanaan Pelatihan Hari 1 dan Hari 2

Berikut jadwal lengkap dua hari pelatihan. Coffee break dan ISOMA bersifat tetap sesuai standar pelaksanaan Proxsis Academy.

Waktu (WIB)Sesi PelatihanKeterangan
Hari Pertama
08.00 - 08.30Registrasi & PembukaanCheck-in peserta, sambutan, pengantar program
08.30 - 09.00Pre-TestPengukuran pengetahuan awal peserta
09.00 - 10.00Sesi 1Demand Planning dalam Rantai Pasok
10.00 - 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 - 12.00Sesi 2Persiapan dan Eksplorasi Data Permintaan
12.00 - 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 - 15.00Sesi 3Metode Forecasting Time Series di Excel
15.00 - 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 - 16.15Sesi 4 (Bagian 1)Forecasting Kausal dengan Regresi
16.15 - 16.30Refleksi Hari 1 & PenutupanRecap materi, tanya-jawab, penugasan mandiri
Hari Kedua
08.00 - 08.15Pembukaan Hari 2Review singkat materi Hari 1, agenda Hari 2
08.15 - 10.00Sesi 4 (Bagian 2) & Sesi 5Lanjutan regresi; pengukuran akurasi dan bias forecast
10.00 - 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 - 12.00Sesi 6Demand Planning dan Forecast Konsensus
12.00 - 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 - 14.30Sesi 7Workshop Model Forecast Bergulir
14.30 - 15.00Sesi 8 (Bagian 1)Persiapan presentasi kelompok
15.00 - 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 - 16.00Sesi 8 (Bagian 2)Presentasi model dan action plan
16.00 - 16.15Post-TestEvaluasi pemahaman akhir peserta
16.15 - 16.30Penutupan & SertifikasiPenyerahan sertifikat dan foto bersama

Rundown dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara. Untuk jadwal batch terbaru, cek halaman jadwal pelatihan IPQI.

Jadwal

Jadwal Pelatihan

Batch reguler dua hari tiap bulan. Cek jadwal pelatihan IPQI terbaru untuk konfirmasi ketersediaan kursi dan perubahan jadwal.

Januari

5–6

Februari

2–3

Maret

2–3

April

1–2

Mei

4–5

Juni

2–3

Juli

1–2

Agustus

3–4

September

1–2

Oktober

1–2

November

2–3

Desember

1–2

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

Investasi

Fasilitas dan Investasi Pelatihan Demand Planning

Program tersedia dalam tiga format. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan tim Anda. Output dan fasilitas yang Anda bawa pulang: modul pelatihan lengkap (hard copy dan soft copy), template Excel pembersihan dan eksplorasi data permintaan, template Excel metode forecasting time series dan regresi, template model forecast bergulir 12 bulan beserta dashboard akurasi dan bias, dataset SKU simulasi untuk latihan lanjutan, Sertifikat Kehadiran & Kompetensi dari Proxsis Academy, serta makan siang dan dua sesi coffee break per hari.

Public Training (Offline)

Rp 5.500.000,-

per peserta — modul, sertifikat, ATK, makan siang, 2x coffee break per hari, template Excel model forecast dan dashboard akurasi, dataset SKU simulasi, dokumentasi

Online / Virtual Training

Rp 4.500.000,-

per peserta — modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, template Excel dan dashboard, dataset SKU simulasi (soft copy)

In-House Training

Hubungi Tim Proxsis Academy

semua fasilitas Public Training, ditambah koordinasi logistik di lokasi perusahaan

Untuk kebutuhan in-house, hubungi Louqman (Bandung & Yogyakarta) atau admin Proxsis Academy di +62 811-1797-485, dan kunjungi Academy.proxsisgroup.com. Ingin melihat program lain? Buka jadwal pelatihan IPQI.

Amankan Kursi Pelatihan Demand Forecasting Tim Anda

Tingkatkan akurasi forecast permintaan dan cegah stok menumpuk. Amankan kursi tim Anda lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training perusahaan Anda.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Louqman

Bandung dan Yogyakarta

Dwi Aliyah

Surabaya

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Apakah Excel cukup untuk demand forecasting di perusahaan saya?

Untuk banyak perusahaan, ya, terutama pada tahap awal dan jumlah SKU yang wajar. Untuk volume yang sangat besar, software khusus biasanya lebih unggul. McKinsey mencatat bahwa model AI punya keunggulan atas metode berbasis spreadsheet. Sesi 6 pelatihan ini membahas indikator kapan organisasi perlu beralih ke software forecasting.

MAPE menghitung rata-rata persentase error dan tidak bisa dihitung pada periode permintaan nol. WMAPE menjumlahkan error dulu, sehingga item bervolume besar punya pengaruh lebih besar. Untuk keputusan operasional dengan banyak SKU, WMAPE biasanya lebih representatif. Pantau juga bias agar arah kesalahan terlihat.

Peserta menerima Sertifikat Kehadiran & Kompetensi dari Proxsis Academy. Sertifikat ini bukan sertifikasi profesi dari lembaga seperti BNSP atau APICS. Jika Anda membutuhkan jalur sertifikasi profesi, tim kami dapat membantu menjelaskan pilihan yang ada.

Peserta membutuhkan Microsoft Excel 2016 atau lebih baru, dengan add-in Data Analysis ToolPak aktif untuk sesi regresi. Fungsi FORECAST.ETS.SEASONALITY tidak tersedia di Excel untuk web, iOS, dan Android. Karena itu, bawa laptop dengan Excel versi desktop.

Ya, program tersedia dalam format in-house, dengan fasilitas yang sama dengan Public Training ditambah koordinasi logistik. Biayanya disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Hubungi tim Proxsis Academy lewat WhatsApp untuk penawaran.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:

Production Planning (PPIC)

Forecast menentukan jadwal produksi dan pembelian bahan baku. Lihat detail →

Supply Chain Management

Gambaran rantai pasok yang lebih luas dari hulu ke hilir. Lihat detail →

Inventory Management System

Kelola persediaan agar modal kerja tidak terikat di stok. Lihat detail →

Warehouse Management

Rapikan gudang dan percepat perputaran barang lambat terjual. Lihat detail →

Fungsi Forecasting di Excel

Referensi resmi Microsoft untuk FORECAST.ETS dan turunannya. Lihat detail →

Jadwal Pelatihan IPQI

Agenda lengkap program mutu dan produktivitas sepanjang tahun. Lihat detail →

Artikel & Program Terkait

Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.