Home / Training / Inventory Optimization
Training Inventory Optimization 2 hari: segmentasi ABC-XYZ, EOQ, dan safety stock berbasis service level lewat workshop Excel.
Pernahkah tim Anda menetapkan stok cadangan dua minggu untuk semua barang? Aturan praktis seperti ini terasa aman, tetapi sering keliru. Itulah alasan pelatihan inventory optimization Indonesia dari IPQI dan Proxsis Academy dirancang untuk mengganti tebakan dengan hitungan akurat. Dampaknya nyata: menurut ulasan biaya penyimpanan persediaan, biaya menyimpan stok biasanya mencapai 20 sampai 30 persen dari nilainya setiap tahun. Barang bernilai tinggi dengan permintaan stabil menumpuk di gudang, sementara barang dengan permintaan naik turun tetap sering kosong.
16 JP @ 45 menit, experiential learning untuk praktisi persediaan
Dari biaya persediaan sampai matriks kebijakan per segmen SKU
Peserta mengolah dataset SKU simulasi di Excel, bukan sekadar ceramah
Kalkulator safety stock, matriks kebijakan persediaan, dan analisis modal kerja
Latar Belakang
Persediaan menjaga produksi tetap berjalan dan pelanggan tetap terlayani. Namun persediaan juga mengikat modal kerja dan menimbulkan biaya simpan, biaya penanganan, serta risiko kedaluwarsa dan keusangan. Tantangannya: stok harus cukup untuk menahan ketidakpastian, tanpa menumpuk kelebihan.
Banyak perusahaan mengatasinya dengan aturan praktis. Tanpa optimasi, target stok sering ditetapkan dengan hitungan satu tahap yang mengabaikan perbedaan nilai dan variabilitas tiap SKU — pendekatan yang dibahas kritis di ulasan inventory optimization. Safety stock berbasis service level memberi cara terukur untuk menimbang layanan pelanggan terhadap modal kerja.
Perusahaan yang keluar dari aturan praktis bisa meraih hasil besar. Castrol menurunkan stok barang jadi rata-rata 35 persen dalam dua tahun dan menaikkan tingkat layanan (line fill rate) sebesar 9 persen lewat optimasi persediaan. Fill rate sendiri adalah persentase permintaan yang terpenuhi langsung dari stok.
Program ini diselenggarakan IPQI berkolaborasi dengan Proxsis Academy. Materinya menyambung dengan program Demand Forecasting and Planning with Excel karena memakai dataset yang sama. Bila persediaan Anda bagian dari rantai pasok yang lebih luas, lihat juga pelatihan supply chain management kami.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pelatihan ini, Anda mampu menyusun kebijakan persediaan berbasis data, bukan aturan praktis. Anda pulang membawa kalkulator Excel dan matriks kebijakan yang siap dipakai di kantor. Secara rinci, peserta mampu:
Menjelaskan fungsi dan jenis persediaan, serta biaya simpan, biaya pesan, dan biaya kekurangan stok.
Memisahkan SKU dengan segmentasi ABC-XYZ, lalu menetapkan kebijakan untuk tiap segmen.
Menerapkan EOQ, continuous review, periodic review, dan min-max sesuai karakter barang.
Menghitung safety stock dari target service level, variabilitas permintaan, dan variabilitas lead time.
Membedakan cycle service level dan fill rate untuk menetapkan target layanan.
Mensimulasikan kebijakan di Excel untuk melihat trade-off antara layanan dan modal kerja.
Menyusun indikator pemantauan, serta menangani kelebihan stok, stok lambat bergerak, dan stok usang.
Ingin menyegarkan dasar-dasarnya lebih dulu? Baca panduan inventory management system dari IPQI.
Kurikulum
Kurikulum terdiri dari 8 sesi progresif selama 2 hari, total 720 menit atau 16 JP. Alurnya dimulai dari biaya dan segmentasi persediaan, lalu model pemesanan, safety stock, lead time, simulasi, workshop kelompok, hingga pemantauan dan presentasi kebijakan.
| No | Sesi | Pokok Bahasan | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Peran dan Biaya Persediaan | Fungsi dan jenis stok, komponen biaya, modal kerja, inventory turnover, days of inventory | 60 menit |
| 2 | Segmentasi Persediaan ABC-XYZ | Klasifikasi ABC dan XYZ, matriks ABC-XYZ, latihan segmentasi SKU di Excel | 105 menit |
| 3 | Model Pemesanan dan Sistem Review | EOQ, MOQ dan diskon kuantitas, continuous review, periodic review, min-max | 120 menit |
| 4 | Safety Stock Berbasis Service Level | Rumus safety stock, NORM.S.INV, cycle service level vs fill rate, kurva trade-off | 105 menit |
| 5 | Lead Time dan Variabilitas Pasokan | Komponen lead time, kinerja pemasok, pengaruh periode review, pengurangan variabilitas | 60 menit |
| 6 | Simulasi dan Optimasi Kebijakan Persediaan | Simulasi permintaan acak di Excel, uji berbagai service level, penanganan stok usang | 105 menit |
| 7 | Workshop Kebijakan Persediaan | Latihan kelompok dengan dataset SKU simulasi, safety stock, titik pemesanan ulang, dampak modal kerja | 90 menit |
| 8 | Pemantauan Persediaan dan Presentasi | Indikator pemantauan, siklus review parameter, presentasi kelompok, umpan balik instruktur | 75 menit |
Empat sesi patut diperhatikan. Sesi 2 membahas segmentasi ABC-XYZ: ABC menilai SKU dari nilai pemakaian, XYZ menilainya dari koefisien variasi permintaan — simpangan baku dibagi rata-rata — sehingga menghasilkan sembilan segmen dari AX sampai CZ. Tiap segmen mendapat metode perencanaan, frekuensi review, dan target layanan sendiri. Panduan lengkapnya ada di ABC-XYZ analysis untuk klasifikasi persediaan, dan panduan ABC-XYZ analysis menambahkan sisi penerapannya di Excel.
Sesi 4 menghitung safety stock. Ada beberapa pendekatan, dari rumus rata-rata maksimum sampai rumus yang memperhitungkan variabilitas permintaan dan lead time sekaligus, seperti dirangkum di sini dan di sini. Rumus gabungan lebih akurat saat permintaan dan lead time sama-sama berubah — lihat penjelasan safety stock. Anda akan menghitung faktor service level dengan fungsi NORM.S.INV di Excel (versi lama menyebutnya NORMSINV), dan melihat bahwa service level yang lebih tinggi menuntut safety stock yang lebih besar.
Sesi 4 juga meluruskan cycle service level dan fill rate yang sering tertukar. Cycle service level menunjukkan seberapa sering kekosongan terjadi, sedangkan fill rate mengukur volume permintaan yang terpenuhi — paper King tentang safety stock dan panduan service level membahas keduanya untuk menetapkan target layanan.
Sesi 5 khusus membahas lead time dan kepatuhan pemasok, karena segmentasi sederhana sering mengabaikan perbedaan keduanya. Materinya berguna juga bagi peserta pelatihan PPIC yang ingin menyelaraskan produksi dengan stok; studi variabilitas pasokan bisa dibaca di dokumen ini.
Metodologi
Pelatihan memakai pendekatan experiential learning: sekitar 40 persen konsep dan 60 persen workshop Excel. Instrukturnya praktisi supply chain dan inventory management. Semua latihan memakai dataset SKU simulasi yang sama.
Segmentasi ABC-XYZ, EOQ, safety stock, titik pemesanan ulang, simulasi, dan dampak modal kerja. Proporsi 50%.
Biaya persediaan, model pemesanan, dan perhitungan safety stock. Proporsi 25%.
Kasus kelebihan dan kekurangan stok, dengan peserta dari perencanaan, pembelian, gudang, dan keuangan. Proporsi 15%.
Pre-test, post-test, dan refleksi harian. Proporsi 10%.
Mengapa Excel? Untuk kurang dari 500 SKU, kalkulator Excel terstruktur sudah memadai dan transparan. Anda bisa memeriksa sendiri setiap angkanya. Peserta wajib membawa laptop dengan aplikasi Excel.
Target Peserta
Program ini wajib bagi karyawan berbagai level di industri manufaktur, distribusi, FMCG, dan ritel yang memutuskan atau memantau stok. Unit utamanya: Inventory Control, PPIC, Supply Chain Planning, Purchasing, Gudang, dan Finance yang mengawasi modal kerja.
Penanggung jawab target stok dan parameter persediaan di seluruh gudang.
Menyelaraskan jadwal produksi dengan ketersediaan bahan baku dan stok jadi.
Menyamakan ritme pasokan dan permintaan lintas fungsi.
Menentukan ukuran pesanan, MOQ, dan diskon kuantitas berbasis hitungan.
Eksekutor kebijakan persediaan di lapangan dan sumber data akurasi stok.
Pengawas modal kerja yang mempertanyakan nilai persediaan yang terus naik.
Program ini tepat bila Anda mengenali gejala berikut. Stok cadangan sama untuk semua barang. Barang tertentu sering kosong sementara yang lain menumpuk. Finance mempertanyakan nilai persediaan yang terus naik.
Peserta disarankan sudah terbiasa dengan fungsi dasar Excel. Kapasitas 20 sampai 30 peserta per batch, sehingga instruktur bisa membimbing tiap kelompok.
Bagi tim gudang, program ini melengkapi pelatihan warehouse management. Perbedaannya jelas: warehouse management membahas di mana barang berada dan bagaimana dikelola, sedangkan inventory management membahas berapa banyak yang harus disimpan — dasar-dasarnya ada di panduan warehouse management IPQI.
Rundown
Berikut jadwal kegiatan tiap hari. Coffee break dan ISOMA bersifat tetap sesuai standar pelaksanaan Proxsis Academy.
| Waktu (WIB) | Sesi Pelatihan | Keterangan |
|---|---|---|
| Hari Pertama | ||
| 08.00 - 08.30 | Registrasi & Pembukaan | Check-in peserta, sambutan, pengantar program |
| 08.30 - 09.00 | Pre-Test | Pengukuran pengetahuan awal peserta |
| 09.00 - 10.00 | Sesi 1 | Peran dan Biaya Persediaan |
| 10.00 - 10.15 | Coffee Break I | Rehat kopi dan networking |
| 10.15 - 12.00 | Sesi 2 | Segmentasi Persediaan ABC-XYZ |
| 12.00 - 13.00 | ISOMA | Istirahat, sholat, dan makan siang |
| 13.00 - 15.00 | Sesi 3 | Model Pemesanan dan Sistem Review |
| 15.00 - 15.15 | Coffee Break II | Rehat kopi sore |
| 15.15 - 16.15 | Sesi 4 (Bagian 1) | Safety Stock Berbasis Service Level |
| 16.15 - 16.30 | Refleksi Hari 1 & Penutupan | Recap materi, tanya jawab, penugasan mandiri |
| Hari Kedua | ||
| 08.00 - 08.15 | Pembukaan Hari 2 | Review singkat materi Hari 1, agenda Hari 2 |
| 08.15 - 10.00 | Sesi 4 (Bagian 2) & Sesi 5 | Lanjutan Safety Stock; Lead Time dan Variabilitas Pasokan |
| 10.00 - 10.15 | Coffee Break I | Rehat kopi dan networking |
| 10.15 - 12.00 | Sesi 6 | Simulasi dan Optimasi Kebijakan Persediaan |
| 12.00 - 13.00 | ISOMA | Istirahat, sholat, dan makan siang |
| 13.00 - 14.30 | Sesi 7 | Workshop Kebijakan Persediaan |
| 14.30 - 15.00 | Sesi 8 (Bagian 1) | Pemantauan Persediaan dan Persiapan Presentasi |
| 15.00 - 15.15 | Coffee Break II | Rehat kopi sore |
| 15.15 - 16.00 | Sesi 8 (Bagian 2) | Presentasi Kebijakan Persediaan |
| 16.00 - 16.15 | Post-Test | Evaluasi pemahaman akhir peserta |
| 16.15 - 16.30 | Penutupan & Sertifikasi | Penyerahan sertifikat dan foto bersama |
Rundown dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara. Cek batch terbaru di jadwal pelatihan IPQI.
Jadwal
Batch reguler dua hari tiap bulan. Cek jadwal pelatihan IPQI terbaru untuk konfirmasi ketersediaan kursi dan perubahan jadwal.
5–6
2–3
2–3
1–2
4–5
2–3
1–2
3–4
1–2
1–2
2–3
1–2
Lokasi
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:
Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Hotel Aston Tropicana, Cihampelas
Hotel Khas Tugu
AMG Tower Lantai 17, Gayungan
Investasi
Investasi public training offline adalah Rp5.500.000 dan online Rp4.500.000. Untuk in-house training, hubungi tim Proxsis Academy. Semua format mencakup modul, sertifikat, template Excel, kalkulator safety stock, dan dataset SKU simulasi. Output yang Anda bawa pulang: modul pelatihan lengkap (hard copy dan soft copy), template Excel segmentasi ABC-XYZ, kalkulator Excel EOQ, safety stock, dan titik pemesanan ulang, template simulasi kebijakan persediaan dan analisis dampak modal kerja, matriks kebijakan persediaan per segmen hasil workshop kelompok, Sertifikat Kehadiran & Kompetensi dari Proxsis Academy, serta makan siang dan dua sesi coffee break per hari.
Public Training (Offline)
per peserta — modul, sertifikat, ATK, makan siang, 2x coffee break per hari, template Excel segmentasi ABC-XYZ, kalkulator safety stock, simulasi kebijakan persediaan, dataset SKU simulasi, dokumentasi
Online / Virtual Training
per peserta — modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, template Excel, kalkulator safety stock, simulasi kebijakan, dataset SKU simulasi (soft copy)
In-House Training
semua fasilitas public training, ditambah koordinasi logistik di lokasi perusahaan
Untuk kebutuhan in-house, hubungi Louqman (Bandung & Yogyakarta) atau admin Proxsis Academy di +62 811-1797-485, dan kunjungi Academy.proxsisgroup.com. Ingin melihat program lain? Buka jadwal pelatihan IPQI.
Turunkan biaya simpan tanpa mengorbankan tingkat layanan. Amankan kursi tim Anda lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training perusahaan Anda.
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
Latest Event
Dokumentasi pelaksanaan pelatihan bersama klien korporasi kami:
FAQ
Program berlangsung 2 hari (16 JP, masing-masing 45 menit). Investasi public training offline Rp5.500.000 dan online Rp4.500.000. Untuk in-house training, silakan hubungi tim Proxsis Academy.
Tidak perlu mahir, tetapi peserta disarankan sudah terbiasa dengan fungsi dasar Excel. Karena sekitar 60% waktu dipakai untuk workshop, peserta wajib membawa laptop dengan aplikasi Excel.
Cycle service level mengukur seberapa sering siklus pemesanan berakhir tanpa kekosongan. Fill rate mengukur berapa persen volume permintaan yang terpenuhi dari stok. Karena itu, item yang sama bisa punya cycle service level 90% dan fill rate 99% sekaligus.
Peserta menerima Sertifikat Kehadiran & Kompetensi dari Proxsis Academy. Peserta online menerima sertifikat elektronik.
Ya. In-house training dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda, dan format online menyertakan akses rekaman sesi. Hubungi tim Proxsis Academy untuk jadwal dan penawaran.
Pelatihan Terkait
Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:
Sumber angka permintaan untuk menghitung safety stock — dataset latihan sama. Lihat detail →
Selaraskan jadwal produksi dengan ketersediaan stok. Lihat detail →
Gambaran rantai pasok yang lebih luas dari hulu ke hilir. Lihat detail →
Di mana barang disimpan dan dikelola — pasangan inventory policy. Lihat detail →
Dasar konsep persediaan, fungsi, metode, dan tren 2026. Lihat detail →
Agenda lengkap program mutu dan produktivitas sepanjang tahun. Lihat detail →