Home / Training / Preventive & Predictive Maintenance

Pelatihan Preventive and Predictive Maintenance (PM & PdM)

Susun program preventive dan predictive maintenance yang siap dipakai dalam 2 hari, dengan 60% praktik, template Excel, dan dataset simulasi.

Pelatihan preventive and predictive maintenance jadi kebutuhan nyata ketika mesin berhenti tanpa peringatan. Siemens memperkirakan downtime tak terencana menelan sekitar US$1,4 triliun per tahun di 500 perusahaan terbesar dunia, setara 11 persen pendapatan mereka. Angka itu berasal dari perusahaan raksasa, namun logikanya sama di pabrik Anda: setiap jam berhenti punya harga. Banyak tim sudah punya jadwal PM, tetapi jadwal itu disalin dari buku pabrikan dan tidak pernah ditinjau ulang. Alat condition monitoring juga sering dibeli tanpa batas alarm yang ditetapkan. Program IPQI bersama Proxsis Academy ini menutup celah tersebut lewat 2 hari praktik intensif.

Fakta Program

2 Hari

16 JP @ 45 menit, experiential learning untuk praktisi maintenance Indonesia

8 Sesi

Dari strategi maintenance sampai program PM dan PdM terintegrasi

60% Praktik

Peserta mengolah dataset aset simulasi di Excel, bukan sekadar ceramah

3 Output

PM task list, matriks teknik condition monitoring, dan program terintegrasi

Latar Belakang

Kenapa Perusahaan Perlu Pelatihan Preventive and Predictive Maintenance?

Preventive maintenance (PM) menjalankan perawatan berdasarkan waktu atau jam operasi. Predictive maintenance (PdM) menentukan waktu tindakan dari kondisi nyata mesin, seperti getaran, suhu, dan kualitas pelumas. Keduanya efektif hanya jika cocok dengan aset dan mode kegagalannya. Pelatihan membantu tim memilih dan menyusun keduanya dengan tepat.

Ada dua masalah yang sering muncul. Pertama, PM disusun dari rekomendasi pabrikan tanpa dicek ulang, sehingga sebagian tugas tidak mencegah kerusakan yang benar-benar terjadi. Kedua, aset kritis justru kurang dipantau.

Riset lama tentang komponen pesawat menjelaskan sebabnya. Analisis Nowlan dan Heap menemukan bahwa sekitar 89 persen item tidak punya zona aus, jadi mengganti komponen pada umur tertentu sering tidak menolong. Angka ini berasal dari pesawat, bukan rata-rata industri. Karena itu, setiap aset tetap perlu dianalisis sendiri.

Soal biaya, panduan Departemen Energi AS menyebut PdM yang berjalan baik menghemat 8-12 persen dibanding PM saja. PNNL mencatat bahwa PM sendiri bisa menghemat 12-18 persen dibanding perawatan reaktif, tetapi berisiko memasukkan pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu. Angka-angka ini berasal dari studi lama, jadi anggap sebagai patokan, bukan janji.

Dasar yang baik bisa dimulai dari lantai kerja. Tahap Resik dalam panduan lengkap 5R mengajarkan operator untuk membersihkan mesin sambil memeriksanya. Kebiasaan ini sering menangkap gejala kerusakan pertama.

Tujuan Pembelajaran

Apa yang Akan Anda Kuasai Setelah Pelatihan Ini?

Setelah 2 hari, Anda bisa menyusun kekritisan aset, PM task list, jadwal PM, dan program condition monitoring sendiri. Anda juga bisa membaca tren getaran, suhu, dan analisis oli untuk menentukan status alarm. Hasil akhirnya berupa program PM dan PdM terintegrasi yang siap dibawa ke tempat kerja. Secara rinci, peserta akan mampu:

Strategi Maintenance

Membedakan corrective, preventive, predictive, dan proactive, serta tahu kapan memakai masing-masing.

Kekritisan Aset

Menyusun hierarki dan peringkat kekritisan aset, lalu mengenali mode kegagalan utama peralatan.

PM Task List

Merancang PM task list lengkap dengan jenis tugas, interval, dan standar pelaksanaan.

Pengendalian PM

Mengendalikan PM lewat penjadwalan, pencatatan di CMMS, dan pengukuran PM compliance.

Kurva P-F

Menjelaskan prinsip condition monitoring, kurva P-F, dan cara menentukan frekuensi inspeksi.

Condition Monitoring

Memilih teknik yang sesuai — getaran, termografi, analisis oli, ultrasonik — dan membaca tren datanya.

Program Terintegrasi

Menyusun program PM dan PdM terintegrasi beserta indikator evaluasi dan hitungan manfaat biaya.

Kurikulum

Kurikulum dan Silabus Pelatihan Preventive and Predictive Maintenance

Delapan sesi disusun bertahap. Anda mulai dari memilih strategi, lalu berakhir dengan menyusun program untuk aset simulasi. Total: 720 menit atau 16 JP (di luar istirahat dan evaluasi).

NoSesiPokok BahasanDurasi
1Strategi Maintenance dan Posisi PM & PdMPerbandingan corrective, preventive, predictive, dan proactive; maintenance berbasis waktu dan berbasis kondisi; pola kegagalan; faktor biaya, risiko, dan kesiapan organisasi60 menit
2Kekritisan Aset dan Mode KegagalanHierarki aset hingga komponen; penilaian kekritisan (keselamatan, lingkungan, produksi, biaya); FMEA ringkas; latihan pada pompa sentrifugal105 menit
3Merancang Program Preventive MaintenanceJenis tugas PM (inspeksi visual, servis, pelumasan, kalibrasi, penggantian terjadwal); penentuan interval; PM task list dan checklist; optimasi PM; workshop aset simulasi120 menit
4Pelaksanaan dan Pengendalian PMPenjadwalan dan koordinasi waktu henti; pencatatan di CMMS; PM compliance; tindak lanjut temuan menjadi work order korektif; suku cadang; evaluasi tren kerusakan105 menit
5Prinsip Predictive Maintenance dan Kurva P-FCondition-based maintenance; kurva dan interval P-F; kerangka ISO 17359 (parameter, batas alarm, keputusan tindakan); sensor online dan IoT dibanding inspeksi berkala60 menit
6Teknik Condition MonitoringGetaran, termografi inframerah, analisis oli, ultrasonik, kelistrikan motor; kecocokan teknik dengan mode kegagalan; latihan membaca tren dari dataset simulasi105 menit
7Workshop Penyusunan Program PM dan PdMLatihan kelompok: kekritisan, mode kegagalan, pilihan PM atau condition monitoring, interval, batas alarm, dan jadwal terintegrasi90 menit
8Evaluasi Program dan PresentasiIndikator evaluasi, hitungan manfaat biaya, presentasi kelompok, umpan balik instruktur75 menit

Sesi 2 memperkenalkan FMEA ringkas, yaitu tabel sederhana untuk mendata fungsi, kegagalan, dan mode kegagalan. Bila tim Anda ingin masuk lebih dalam, tersedia pelatihan FMEA tersendiri.

Sesi 4 membahas PM compliance, yaitu persentase PM yang selesai tepat waktu. Praktisi sering memakai target 90 persen atau lebih sebagai patokan kelas dunia menurut SMRP — lihat KPI preventive maintenance dan ukuran PM compliance rate. Angka ini mengukur disiplin jadwal, bukan jaminan keandalan, karena itu peserta juga belajar menilai kualitas pelaksanaan PM.

Sesi 5 adalah jantung sisi prediktif. ISO 17359 memberi pedoman umum menyusun program condition monitoring; ringkasannya ada di dokumen sampel ISO 17359. Standar itu menyebut interval pemantauan bergantung pada jenis kerusakan dan laju perkembangannya.

Di sinilah kurva P-F berguna. Kurva P-F menunjukkan jarak waktu antara saat gejala kerusakan pertama bisa dideteksi (P) dan saat mesin gagal berfungsi (F). Aturan umum praktisi, inspeksi dilakukan sekitar setengah interval P-F — penentuan interval task berbasis kondisi dan glosarium kurva potential failure membahas penerapannya. Untuk aset berisiko tinggi, aturan itu perlu dikaji lebih ketat.

Sesi 6 melatih Anda membaca tren getaran, suhu, dan analisis oli dari dataset simulasi. Logika membaca tren dan batas alarm ini mirip dengan grafik kendali di pelatihan SPC.

Sesi 8 menutup dengan indikator evaluasi: PM compliance, persentase pekerjaan terencana, MTBF, dan jumlah temuan dini. Peserta juga menghitung manfaat biaya program. Sebagai gambaran, rujukan Deloitte yang dikutip ReliaMag menyebut biaya perawatan turun 5-10 persen dan uptime naik 10-20 persen. Hasil di tempat Anda tetap bergantung pada kondisi aset.

Metodologi

Seperti Apa Metode Belajar di Workshop Ini?

Workshop ini memakai experiential learning (belajar lewat praktik langsung): sekitar 40 persen konsep dan 60 persen praktik. Peserta mengerjakan latihan pada dataset aset simulasi memakai template Excel, dipandu instruktur praktisi maintenance dan condition monitoring. Pre-test dan post-test mengukur peningkatan pemahaman.

Anda tidak sekadar mendengar. Kelompok menyusun hierarki aset, FMEA ringkas, PM task list, dan jadwal program di Excel. Dataset mencakup histori kerusakan serta tren getaran, suhu, dan analisis oli. Aset latihannya adalah pompa, kompresor, motor listrik, dan conveyor.

Pemaparan Konsep & Rujukan Standar

Strategi maintenance, penyusunan program PM, dan prinsip condition monitoring, dengan rujukan ISO 17359 dan Reliability Centered Maintenance (RCM). Proporsi 25%.

Studi Kasus & Diskusi

Kasus kegagalan yang bisa dideteksi lebih awal, diskusi kelompok, dan tukar pengalaman antarindustri. Proporsi 15%.

Hands-on Workshop

Hierarki dan kekritisan aset, FMEA ringkas, PM task list, pembacaan tren data kondisi, dan program PM dan PdM terintegrasi di Excel. Proporsi 50%.

Evaluasi & Refleksi

Pre-test, post-test, dan refleksi harian. Proporsi 10%.

Satu hal perlu Anda tahu sejak awal. Materi condition monitoring disampaikan lewat pembacaan data dan tidak mencakup praktik mengoperasikan alat ukur. Peserta wajib membawa laptop berisi Excel. Karena data kondisi hanya berguna bila alat ukurnya akurat, tim Anda bisa melengkapinya dengan pelatihan kalibrasi alat ukur.

Target Peserta

Siapa yang Cocok Ikut Pelatihan Preventive Predictive Maintenance Ini?

Program ini cocok untuk teknisi, planner, dan supervisor maintenance atau engineering, reliability engineer, serta personel produksi dan utilitas yang terlibat inspeksi dan perawatan peralatan. Pesertanya datang dari industri manufaktur, proses, energi, dan pertambangan. Anda tidak perlu pengalaman mengoperasikan alat condition monitoring.

Teknisi Maintenance

Pelaksana harian inspeksi, servis, dan perbaikan peralatan.

Planner Maintenance

Penyusun jadwal, work order, dan kebutuhan suku cadang PM.

Supervisor Maintenance/Engineering

Penanggung jawab eksekusi program perawatan di area.

Reliability Engineer

Pengelola kekritisan aset, mode kegagalan, dan program prediktif.

Personel Produksi & Utilitas

Sering jadi orang pertama yang melihat gejala kerusakan.

Industri Proses & Energi

Manufaktur, proses, energi, dan pertambangan — lintas level dan lintas industri.

Kelasnya lintas level dan lintas industri, jadi diskusi terasa kaya. Kapasitas tiap batch maksimal 20 sampai 30 peserta, supaya diskusi kelompok tetap hidup. Bagi tim yang ingin operator ikut menjaga mesin, program ini bisa dipasangkan dengan pelatihan TPM, yang menempatkan operator sebagai garda depan pemeliharaan.

Rundown

Rundown Pelaksanaan Dua Hari

Berikut susunan waktunya. Rundown dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara. Coffee break dan ISOMA (istirahat, sholat, makan siang) bersifat tetap sesuai standar Proxsis Academy.

Waktu (WIB)Sesi PelatihanKeterangan Aktivitas
Rundown Hari Pertama
08.00 - 08.30Registrasi & PembukaanCheck-in peserta, sambutan pembuka, pengantar program
08.30 - 09.00Pre-TestPengukuran pengetahuan awal peserta
09.00 - 10.00Sesi 1Strategi Maintenance dan Posisi PM & PdM
10.00 - 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 - 12.00Sesi 2Kekritisan Aset dan Mode Kegagalan
12.00 - 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 - 15.00Sesi 3Merancang Program Preventive Maintenance
15.00 - 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 - 16.15Sesi 4 (Bagian 1)Pelaksanaan dan Pengendalian PM
16.15 - 16.30Refleksi Hari 1 & PenutupanRecap materi, tanya-jawab, penugasan mandiri
Rundown Hari Kedua
08.00 - 08.15Pembukaan Hari 2Review singkat materi Hari 1, agenda Hari 2
08.15 - 10.00Sesi 4 (Bagian 2) & Sesi 5Lanjutan Pengendalian PM; Prinsip Predictive Maintenance dan Kurva P-F
10.00 - 10.15Coffee Break IRehat kopi dan networking
10.15 - 12.00Sesi 6Teknik Condition Monitoring
12.00 - 13.00ISOMAIstirahat, sholat, dan makan siang
13.00 - 14.30Sesi 7Workshop Penyusunan Program PM dan PdM
14.30 - 15.00Sesi 8 (Bagian 1)Evaluasi Program dan Persiapan Presentasi
15.00 - 15.15Coffee Break IIRehat kopi sore
15.15 - 16.00Sesi 8 (Bagian 2)Presentasi Program PM dan PdM
16.00 - 16.15Post-TestEvaluasi pemahaman akhir peserta
16.15 - 16.30Penutupan & SertifikasiPresentasi hasil workshop, penyerahan sertifikat, foto bersama

Catatan: Peserta wajib membawa laptop dengan aplikasi spreadsheet (Excel) untuk sesi workshop. Materi condition monitoring disampaikan melalui pembacaan data dan tidak mencakup praktik pengoperasian alat ukur.

Jadwal

Jadwal Pelatihan

Batch reguler dua hari tiap bulan. Cek jadwal pelatihan IPQI terbaru untuk konfirmasi ketersediaan kursi dan perubahan jadwal.

Januari

5–6

Februari

2–3

Maret

2–3

April

1–2

Mei

4–5

Juni

2–3

Juli

1–2

Agustus

3–4

September

1–2

Oktober

1–2

November

2–3

Desember

1–2

Lokasi

Lokasi Pelatihan

Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan aksesibilitas Anda:

Jakarta

Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan

Bandung

Hotel Aston Tropicana, Cihampelas

Yogyakarta

Hotel Khas Tugu

Surabaya

AMG Tower Lantai 17, Gayungan

Investasi

Investasi Program

Setiap peserta membawa pulang: modul pelatihan lengkap (hard copy dan soft copy), template Excel hierarki aset, kekritisan aset, dan FMEA ringkas; template Excel PM task list dan jadwal PM; matriks pemilihan teknik condition monitoring berdasarkan mode kegagalan; program PM dan PdM terintegrasi hasil workshop kelompok; Sertifikat Kehadiran & Kompetensi dari Proxsis Academy; serta makan siang dan dua sesi coffee break per hari.

Public Training (Offline)

Rp 5.500.000,-

per peserta — modul, sertifikat, ATK, makan siang, 2x coffee break per hari, template Excel, dataset simulasi, dokumentasi

Online / Virtual Training

Rp 4.500.000,-

per peserta — modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, template Excel dan dataset simulasi (soft copy)

In-House Training

Hubungi Tim Proxsis Academy

semua fasilitas Public Training, ditambah koordinasi logistik di lokasi perusahaan

Sertifikat diterbitkan Proxsis Academy sebagai bukti kehadiran dan kompetensi. Jika perusahaan Anda membutuhkan sertifikasi profesi dari lembaga lain, tanyakan dulu ke tim kami lewat WhatsApp atau hubungi admin Proxsis Academy di +62 811-1797-485, maupun Louqman (Bandung & Yogyakarta) untuk wilayah tersebut. Kunjungi juga Academy.proxsisgroup.com. Ingin melihat program lain? Buka jadwal pelatihan IPQI.

Amankan Kursi Pelatihan PM & PdM Tim Maintenance Anda

Hentikan mesin berhenti mendadak. Amankan kursi tim Anda lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training pabrik Anda.

Hubungi tim kami sekarang

untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik

Louqman

Bandung dan Yogyakarta

Dwi Aliyah

Surabaya

Bagikan Pelatihan

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan

01 Apakah pelatihan ini cocok untuk peserta yang belum pernah memakai alat condition monitoring?

Cocok. Program ini tidak mensyaratkan pengalaman mengoperasikan alat condition monitoring. Materi dimulai dari dasar strategi maintenance, lalu bergerak ke praktik membaca data di Excel bersama instruktur.

Preventive maintenance bekerja berdasarkan waktu atau jam operasi. Predictive maintenance bekerja berdasarkan kondisi nyata mesin. Panduan Departemen Energi AS memperkirakan PdM yang berjalan baik menghemat 8-12% dibanding PM saja, tetapi hasilnya bergantung pada kondisi tiap fasilitas.

Peserta menerima Sertifikat Kehadiran & Kompetensi dari Proxsis Academy. Untuk kebutuhan sertifikasi profesi dari lembaga lain, silakan tanyakan ke tim kami sebelum mendaftar.

Tidak. Materi condition monitoring disampaikan lewat pembacaan data dari dataset simulasi. Peserta wajib membawa laptop berisi Excel untuk sesi workshop.

Public training offline Rp 5.500.000 dan online Rp 4.500.000. Format in-house tersedia dengan harga sesuai kebutuhan, jadi hubungi tim Proxsis Academy lewat WhatsApp.

Pelatihan Terkait

Pelatihan Terkait yang Menunjang Program Ini

Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:

Total Productive Maintenance (TPM)

Operator sebagai garda depan pemeliharaan mesin. Lihat detail →

Kalibrasi Alat Ukur

Pastikan alat ukur akurat sebelum data kondisi dipakai. Lihat detail →

Analisis Pencegahan Kegagalan (FMEA)

Pendalaman FMEA yang dipakai di Sesi 2. Lihat detail →

Statistical Process Control (SPC)

Logika grafik kendali untuk membaca tren data kondisi. Lihat detail →

Budaya Kerja 5R

Inspeksi sambil membersihkan, penangkap gejala dini. Lihat detail →

Jadwal Pelatihan IPQI

Agenda lengkap program mutu dan produktivitas sepanjang tahun. Lihat detail →

Artikel & Program Terkait

Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.