Home / Training / Problem Solving PDCA
Program intensif 2 hari dengan 60% workshop untuk membekali tim Anda menyelesaikan masalah kerja berbasis data, menguji perbaikan sebelum diterapkan luas, dan membakukan hasilnya agar tidak kembali ke kondisi semula.
Masalah yang sama muncul lagi bulan ini. Padahal tim sudah "memperbaikinya" bulan lalu. Situasi ini sangat umum di lantai produksi maupun kantor layanan. Pelatihan problem solving PDCA hadir untuk memutus pola tersebut, karena PDCA memaksa tim membuktikan penyebab dengan data sebelum memilih solusi. Para ahli memperkirakan biaya mutu buruk (scrap, rework, klaim garansi) mencapai 5-30% dari penjualan di perusahaan manufaktur dan jasa. Sayangnya, survei ASQ terhadap 393 manajer mutu menemukan bahwa kurang dari 35% yang rutin menghitung biaya mutu. Program ini dirancang oleh Indonesia Productivity and Quality Institute (IPQI) bersama Proxsis Academy agar perbaikan di unit kerja Anda terukur, terdokumentasi, dan bertahan.
8 sesi, 16 JP, dari definisi masalah 5W1H hingga lembar A3
Olah data 7 QC Tools di Excel, verifikasi penyebab, uji coba perbaikan
Perkiraan biaya mutu buruk dari penjualan; kurang dari 35% manajer rutin menghitungnya (survei ASQ)
Satu lembar A3 per peserta untuk masalah nyata dari unit kerja masing-masing
Latar Belakang
PDCA (Plan-Do-Check-Act) adalah model empat langkah untuk melakukan perubahan yang diulang terus untuk perbaikan berkelanjutan. Pelatihan ini penting karena banyak tim langsung melompat ke solusi tanpa data. Akibatnya, hasil perbaikan tidak diukur, tidak dibakukan, dan masalah lama kembali muncul.
ASQ mendefinisikan PDCA sebagai model empat langkah yang diulang seperti lingkaran tanpa ujung untuk perbaikan berkelanjutan. Kerangka ini juga menjadi dasar sistem manajemen mutu. Klausul 0.3.2 ISO 9001:2015 menyebut PDCA memastikan proses memiliki sumber daya yang cukup dan peluang perbaikan ditindaklanjuti.
Masalahnya ada pada praktik. Studi global terhadap 456 profesional mutu menemukan bahwa 40% pernah salah menerapkan alat mutu pada percobaan pertama. Studi di Eropa juga mencatat bahwa diagram pencar dan stratifikasi paling jarang dipakai, padahal keduanya penting untuk membuktikan penyebab.
Jika diterapkan dengan benar, hasilnya terukur. Sebuah studi di pabrik kimia PT TMC menunjukkan kombinasi kaizen, PDCA, dan seven tools menurunkan cacat produk latex binder dari 17,45% menjadi 2,7%. Penelitian di PT Panasonic Gobel Energy Indonesia juga menyimpulkan PDCA dan QC tools efektif menekan produk cacat. Kementerian Ketenagakerjaan menyebut produktivitas tenaga kerja Indonesia masih di bawah rata-rata ASEAN, menegaskan pentingnya pendekatan ini. Hubungan mutu dan output ini kami bahas lebih jauh dalam artikel pengendalian mutu dan produktivitas.
Tujuan Pembelajaran
Peserta mampu menjalankan delapan langkah pemecahan masalah berbasis PDCA: mendefinisikan masalah secara terukur, mengolah data dengan 7 QC tools, memverifikasi akar masalah, menguji perbaikan, mengevaluasi hasil, dan membakukan standar kerja. Semua langkah dirangkum dalam satu lembar A3 yang siap dipresentasikan ke atasan.
Kurikulum
Program terdiri dari 8 sesi progresif selama 2 hari yang mengikuti urutan PDCA. Satu studi kasus diselesaikan bertahap sampai menjadi lembar A3. Total durasi pembelajaran 720 menit atau 16 JP (45 menit), tidak termasuk istirahat dan evaluasi.
| No | Modul | Pokok Bahasan | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Prinsip Perbaikan Berkelanjutan dan Siklus PDCA | Konsep kaizen; siklus PDCA dan SDCA; delapan langkah pemecahan masalah; kesalahan melompat ke solusi; posisi PDCA terhadap QCC, 8D, dan Lean Six Sigma. | 60 menit |
| 2 | Plan: Definisi Masalah dan Target | Beda masalah, gejala, dan penyebab; pernyataan masalah 5W1H; stratifikasi dan prioritas; target terukur berbasis data; latihan studi kasus. | 105 menit |
| 3 | Tujuh Alat QC untuk Pengumpulan dan Analisis Data | Lembar periksa, stratifikasi, diagram Pareto, histogram, diagram sebab-akibat, diagram pencar, dan grafik kendali; memilih alat sesuai tujuan; latihan di Excel. | 120 menit |
| 4 | Plan: Analisis dan Verifikasi Penyebab | Diagram sebab-akibat dan 5 Why; memilih penyebab dominan; verifikasi melalui data, observasi, dan uji sederhana. | 105 menit |
| 5 | Plan dan Do: Rencana dan Uji Coba Perbaikan | Alternatif perbaikan dan matriks kriteria; rencana tindakan 5W1H; uji coba skala kecil; pengelolaan risiko perbaikan. | 60 menit |
| 6 | Check dan Act: Evaluasi dan Standardisasi | Hasil sebelum dan sesudah; perhitungan manfaat; tindakan bila target gagal; standar kerja, instruksi kerja, dan poka-yoke; penerapan ke area sejenis. | 105 menit |
| 7 | Format A3 dan Kaizen Harian | Struktur lembar A3; A3 sebagai alat komunikasi dengan atasan; sistem usulan kaizen; papan kinerja dan rapat harian; peran atasan sebagai pembina. | 90 menit |
| 8 | Workshop A3 Masalah Nyata dan Presentasi | Menyusun A3 untuk satu masalah nyata dari unit kerja peserta; presentasi singkat; umpan balik instruktur atas logika setiap langkah PDCA. | 75 menit |
Sesi 3 adalah inti teknis program. ASQ menyebut tujuh alat ini sederhana namun efektif dan layak dimiliki setiap profesional mutu. Jika tim Anda ingin mendalami penerapannya dalam gugus kendali mutu, lanjutkan dengan pelatihan QCC dan 7 QC tools.
Sesi 5 menekankan uji coba skala kecil pada tahap Do. Panduan AHRQ menjelaskan bahwa tahap ini adalah pilot test sebelum perubahan diterapkan lebih luas. Program ini adalah program dasar. Untuk keluhan pelanggan dan analisis akar masalah yang lebih dalam, lihat pelatihan 8D problem solving.
Lembar A3 sendiri adalah praktik yang dirintis Toyota. Lean Enterprise Institute menjelaskan A3 sebagai cara merangkum masalah, analisis, tindakan korektif, dan rencana aksi dalam satu lembar kertas besar. Format ini membuat logika perbaikan mudah diperiksa dan dibina oleh atasan.
Metodologi
Pelatihan memakai pendekatan experiential learning dengan porsi sekitar 40% konsep dan 60% workshop. Instruktur adalah praktisi continuous improvement. Peserta menyelesaikan satu studi kasus secara bertahap, lalu menerapkan langkah yang sama pada masalah nyata dari unit kerja masing-masing.
| Metode | Aktivitas | Proporsi |
|---|---|---|
| Pemaparan Konsep dan Contoh Penerapan | Siklus PDCA, langkah pemecahan masalah, dan alat QC disertai contoh dari manufaktur dan jasa. | 25% |
| Studi Kasus dan Diskusi | Contoh perbaikan yang berhasil dan yang gagal bertahan, diskusi kelompok, dan tukar pengalaman. | 15% |
| Hands-on Workshop | Definisi masalah, olah data 7 QC tools di Excel, verifikasi penyebab, rencana perbaikan, standar kerja, dan lembar A3. | 50% |
| Evaluasi dan Refleksi | Pre-test, post-test, dan refleksi harian untuk merangkum pembelajaran. | 10% |
Peserta disarankan membawa laptop dengan Excel serta satu contoh masalah dan datanya dari unit kerja. Dengan begitu, lembar A3 yang dibuat di kelas bisa langsung dipakai saat kembali bekerja.
Target Peserta
Program ini ditujukan untuk karyawan semua level yang terlibat dalam penyelesaian masalah dan perbaikan proses: staf, team leader, supervisor, hingga manajer dari fungsi produksi, mutu, operasional, layanan, dan fungsi pendukung. Peserta tidak memerlukan latar belakang statistik khusus.
Pelaksana perbaikan harian yang mencatat data di lapangan.
Pemimpin rapat harian dan pembina usulan kaizen tim.
Penanggung jawab analisis cacat dan tindakan korektif.
Pengendali proses, mesin, dan parameter kerja.
Tim operasional, logistik, administrasi, dan layanan pelanggan.
Pembimbing A3 dan penggerak budaya perbaikan.
Kapasitas setiap batch maksimal 20-30 peserta agar diskusi tetap efektif. Program ini relevan untuk manufaktur, FMCG, otomotif, farmasi, pertambangan, logistik, perbankan, dan BUMN.
Rundown
Rundown disusun bertahap dari konsep pada hari pertama hingga workshop A3 dan evaluasi pada hari kedua. Jadwal dapat disesuaikan untuk in-house training. Coffee break dan ISOMA bersifat tetap sesuai standar Proxsis Academy.
Hari Pertama
| Waktu (WIB) | Hari Pertama | Keterangan |
|---|---|---|
| 08.00 - 08.30 | Registrasi dan Pembukaan | Check-in peserta, sambutan pembuka, pengantar program |
| 08.30 - 09.00 | Pre-Test | Pengukuran pengetahuan awal peserta |
| 09.00 - 10.00 | Sesi 1 | Prinsip Perbaikan Berkelanjutan dan Siklus PDCA |
| 10.00 - 10.15 | Coffee Break I | Rehat kopi dan networking |
| 10.15 - 12.00 | Sesi 2 | Plan: Definisi Masalah dan Target |
| 12.00 - 13.00 | ISOMA | Istirahat, sholat, dan makan siang |
| 13.00 - 15.00 | Sesi 3 | Tujuh Alat QC untuk Pengumpulan dan Analisis Data |
| 15.00 - 15.15 | Coffee Break II | Rehat kopi sore |
| 15.15 - 16.15 | Sesi 4 (Bagian 1) | Plan: Analisis dan Verifikasi Penyebab |
| 16.15 - 16.30 | Refleksi Hari 1 dan Penutupan | Rangkuman materi, tanya jawab, penugasan mandiri |
Hari Kedua
| Waktu (WIB) | Hari Kedua | Keterangan |
|---|---|---|
| 08.00 - 08.15 | Pembukaan Hari 2 | Review singkat materi Hari 1 dan agenda Hari 2 |
| 08.15 - 10.00 | Sesi 4 (Bagian 2) dan Sesi 5 | Verifikasi Penyebab; Rencana dan Uji Coba Perbaikan |
| 10.00 - 10.15 | Coffee Break I | Rehat kopi dan networking |
| 10.15 - 12.00 | Sesi 6 | Check dan Act: Evaluasi dan Standardisasi |
| 12.00 - 13.00 | ISOMA | Istirahat, sholat, dan makan siang |
| 13.00 - 14.30 | Sesi 7 | Format A3 dan Kaizen Harian |
| 14.30 - 15.00 | Sesi 8 (Bagian 1) | Workshop A3 Masalah Nyata |
| 15.00 - 15.15 | Coffee Break II | Rehat kopi sore |
| 15.15 - 16.00 | Sesi 8 (Bagian 2) | Presentasi A3 Peserta |
| 16.00 - 16.15 | Post-Test | Evaluasi pemahaman akhir peserta |
| 16.15 - 16.30 | Penutupan dan Sertifikasi | Penyerahan sertifikat dan foto bersama |
Masalah yang berulang hampir selalu berasal dari langkah PDCA yang dilewati: Plan tanpa data, Do tanpa uji coba, Check tanpa ukuran, dan Act tanpa standar. Pelatihan ini menutup keempat celah itu dengan 7 QC tools, verifikasi penyebab, dan lembar A3 yang mudah dibina oleh atasan.
Jadwal
Batch reguler dua hari diadakan setiap bulan. Cek jadwal pelatihan terbaru IPQI untuk konfirmasi kursi.
2-3
1-2
4-5
1-2
1-2
1-2
3-4
1-2
1-2
2-3
1-2
4-5
1-2
1-2
Hasilnya bukan sekadar sertifikat. Setiap peserta pulang membawa satu lembar A3 untuk masalah nyata di unit kerjanya, siap dijalankan minggu berikutnya. Mulailah dari satu masalah, satu tim, dan satu siklus PDCA yang disiplin.
Lokasi
Kami hadir di berbagai kota besar di Indonesia untuk memudahkan akses Anda:
Gedung Permata Kuningan, Lt. 17, Jakarta Selatan
Hotel Aston Tropicana, Cihampelas
Hotel Khas Tugu
AMG Tower Lantai 17, Gayungan
Investasi
Investasi Public Training tatap muka adalah Rp 5.500.000 per peserta dan Online Training Rp 4.500.000 per peserta. In-House Training disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Fasilitas mencakup modul, template 7 QC tools di Excel, lembar A3, template standar kerja, dan sertifikat dari Proxsis Academy.
Public Training (Offline)
Modul, sertifikat, ATK, makan siang, 2x coffee break per hari, template 7 QC tools di Excel, lembar A3, template standar kerja, dokumentasi.
In-House Training
Seluruh fasilitas public training, studi kasus disesuaikan dengan proses perusahaan, dan koordinasi logistik penuh.
Online / Virtual Training
Modul digital, sertifikat elektronik, akses rekaman sesi, template 7 QC tools di Excel, lembar A3, dan template standar kerja (soft copy).
Output yang dibawa pulang setiap peserta:
Hubungi Tim Kami Sekarang Tim edukasi kami siap membantu memilih batch terdekat atau menyusun proposal in-house training. Daftar sekarang melalui WhatsApp Proxsis Academy.
| Nama | Wilayah | Kontak (WhatsApp) |
|---|---|---|
| Yoland | Jakarta | 0811 1914 5741 |
| Louqman | Bandung dan Yogyakarta | +62 813-1845-942 |
| Dwi Aliyah | Surabaya | 0822 4414 7658 |
Amankan kursi tim Anda melalui WhatsApp hari ini.
Masalah berulang menggerus produktivitas tim Anda. Amankan kursi lewat jadwal pelatihan terbaru atau konsultasikan kebutuhan in-house training.
untuk informasi jadwal dan penawaran terbaik
Latest Event
(Kata mereka yang telah mengikuti pelatihan bersama kami)
Dokumentasi pelaksanaan pelatihan bersama klien korporasi kami:
FAQ
PDCA adalah model empat langkah (Plan, Do, Check, Act) untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara berulang. ASQ menyebutnya juga sebagai siklus Deming atau siklus Shewhart. Dalam pelatihan ini, PDCA dijabarkan menjadi delapan langkah pemecahan masalah yang praktis.
Ketujuh alat tersebut adalah lembar periksa, stratifikasi, diagram Pareto, histogram, diagram sebab-akibat, diagram pencar, dan grafik kendali. Daftar ini sesuai dengan tujuh alat mutu dasar versi ASQ. Peserta berlatih membuat semuanya menggunakan template Excel.
PDCA adalah kerangka dasar perbaikan yang dipakai dalam QCC, kaizen, dan sistem mutu. Metode 8D lebih fokus pada keluhan pelanggan, sedangkan Lean Six Sigma memakai statistik lanjutan untuk proyek besar. Jika tim Anda siap ke tahap berikutnya, lihat pelatihan Lean Six Sigma Green Belt.
A3 adalah laporan satu lembar yang merangkum masalah, analisis, tindakan korektif, dan rencana aksi. Lean Enterprise Institute mencatat format ini dirintis oleh Toyota dan sering memakai grafik. A3 membantu atasan membina logika perbaikan bawahannya.
Public Training tatap muka Rp 5.500.000 per peserta dan Online Training Rp 4.500.000 per peserta. In-House Training tersedia dengan studi kasus yang disesuaikan proses perusahaan Anda. Hubungi tim melalui WhatsApp Proxsis Academy untuk penawaran.
Pelatihan Terkait
Temukan pelatihan terkini lainnya di sini:
Artikel Terkait
Temukan insight terbaru kami: