Harga Jual Perumahan Mahal, Bahan Bangunan Butuh Standar Harga

Rate this post

JAKARTA —  Salah satu penyebab tingginya harga jual perumahan baik subsidi maupun komersial dikarenakan tidak adanya standarisasi bahan material bangunan yang digunakan. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan membuat industrialisasi perumahan.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong terwujudnya industrialisasi di bidang perumahan untuk meningkatkan pembangunan sejuta rumah yang saat ini menjadi proyek strategis nasional.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan adanya industrialisasi perumahan diharapkan juga dapat mempercepat proses serta menghemat biaya dalam pembangunan rumah.

“Untuk mewujudkan Program Sejuta Rumah dan mencapai target pembangunan sejuta rumah setiap tahunnya mau tidak mau diperlukan industrialisasi di bidang perumahan. Kami berharap hal ini bisa diwujudkan sehingga Program Sejuta Rumah bisa terlaksana dengan baik,” katanya dalam siaran pers, Kamis (3/3).

Menurut Syarif, jika industrialisasi di bidang perumahan bisa terwujud pola pembangunan perumahan tidak akan berbeda jauh antara satu daerah dengan lainnya karena sudah terstandarisasi dengan baik.

“Apabila kita membangun rumah sekitar 70% biaya yang dikeluarkan berasal dari harga material bangunan.  Dengan adanya standarirasi bahan material bangunan mulai dari genteng, pintu, lantai serta dinding pra cetak maka rumah yang terbangun nantinya pun diharapkan bisa lebih murah,” katanya.

Meski demikian, kata Syarif, dia berharap Balitbang Kementerian PUPR juga mampu menghasilkan penelitian  tentang bahan bangunan yang mudah untuk diaplikasikan dalam pembangunan rumah. Sebab, keamanan dan kenyamanan penghuni tetap menjadi prioritas utama dan jangan sampai membuat rumah dengan bahan bangunan yang murah tapi dapat membahayakan penghuninya.

“Saya yakin Balibang Kementerian PUPR khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman dapat menghasilkan penelitian yang baik dan mendorong pengusaha untuk membuat industrialisasi bahan bangunan perumahan. Kami akan memanfaatkan hasil penelitian untuk Program Sejuta Rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR Arif Sabaruddin menjelaskan, secara umum kebutuhan rumah yang semakin besar di Indonesia harus mampu diimbangi dengan industrialiasi perumahan. Sebab, jika hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) yang ada tentunya tidak akan mampu memenuhi kebutuhan bahan bangunan seperti kayu untuk kusen bangunan rumah.

“Kami tengah menyusun pedoman ukuran modular untuk pembangunan rumah. Jika kita lihat saat ini pembangunan rumah susun dan rumah tapak masih dibangun tanpa adanya desain yang standar sehingga harganya berbeda-beda. Sedangkan hasil modular bangunan yang telah kami buat ternyata lebih murah dalam pembiayaan dan waktu pengerjaan,” katanya.

sumber: industri.bisnis.com

Spread the love
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Oh no...This form doesn't exist. Head back to the manage forms page and select a different form.
Need Help?